MALINAU, cokoliat.com–Banjir besar yang melanda Desa Long Pada, Kecamatan Sungai Tubu, Kabupaten Malinau pada Senin lalu menyisakan kerusakan cukup parah untuk fasilitas pendidikan.
Selain menghanyutkan rumah warga, banjir tersebut juga merusak perlengkapan sekolah dan buku-buku pelajaran.
Berdasarkan data Pemerintah Desa Long Pada jumlah rumah dan sekolah yang terdampak banjir cukup parah ada 8 rumah warga dan 2 sekolah.
“Sekolah ada dua yang terdampak, itu SMA N 12 Malinau dan Sekolah PAUD. Peralatan sekolah banyak yang rusak, seperti buku, laptop, alat tulis hampir semua tidak dapat digunakan kembali,” ujar Kepala Desa Long Pada, Faridan Liwah kepada Cokoliat.com, saat dihubungi via telepon, Kamis (5/5/2022).
Selain menjelaskan terkait penanganan pasca banjir, Kades Faridan juga memberikan usulan perihal Gedung SMA N 12 Malinau di Desa Long Pada, yang sampai saat ini belum memiliki gedung sendiri.
Ia menyebutkan, bahwa sekolah tersebut sampai saat ini belum memiliki gedung sendiri dan masih menumpang di ruang BPU Desa.
Ia mengatakan, sebelumnya para guru yang mengabdi di SMA N 12 Malinau telah menerima SK dan telah ditugaskan untuk mengajar di wilayah tersebut.
“Guru-gurunya itu sudah ada, tapi yang belum ada hanya bangunan. Akhirnya, kami dari Pemerintah Desa membantu agar proses belajar-mengajar dapat berjalan, tanpa harus menunggu bertahun-tahun gedung terbangun,” ungkapnya.
“Sehingga kami sepakat untuk memberikan izin agar gedung BPU Desa digunakan sementara untuk sarana belajar-mengajar. Kondisi ini sudah berlangsung 5 tahun dan para murid pun menunggu gedung sekolah mereka dibangun,” katanya.
Karena jika kebijakan itu tidak diambil, tambahnya, dikhawatirkan anak-anak didik di wilayah pedalaman-perbatasan tidak dapat belajar bahkan sampai bertahun-tahun.
Dalam hal itu, sebagai Kepala Desa ia pun menyampaikan aspirasi dari masyarakat agar Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Kaltara dapat serius menangani akses pendidikan di wilayah tersebut.
“Sebetulnya kita sangat harapkan ada keseriusan dari Pemerintah Provinsi Kaltara terkait pembangunan gedung SMA itu. Jangan hanya janji dan bilang nanti dibangun, nanti dibangun tapi sampai sekarang tidak ada,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya secara penuh akan mendukung pembangunan sekolah apabila didukung Pemerintah Provinsi.
“Terkait lokasi kita pasti akan siapkan dan kami dukung penuh, asal program itu dijalankan dan tidak bertele-tele,” ucapnya.
Diketahui, sejak tahun 2017 SMA N 12 Malinau telah menjalankan proses belajar-mengajar menggunakan gedung BPU Desa sebagai tempat sementara. Sebagian besar para murid berasal dari semua desa di Kecamatan Sungai Tubu, diantaranya Desa Long Pada, Long Nyau, Long Ranau, Long Titi, dan Rian Tubu.(ag)




































