KANALPUBLIK.COM,TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggelar Bulungan Job Fair 2026 yang berlangsung selama dua hari, 9–10 Juni, di Gedung Wanita, Jalan Serindit, Tanjung Selor. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., pada Selasa (9/6) pagi.
Dalam ajang tersebut, tersedia sebanyak 672 lowongan kerja dari 23 perusahaan yang berpartisipasi. Mayoritas peluang kerja berasal dari sektor swasta, khususnya bidang jasa dan industri. Bahkan, sekitar 373 lowongan di antaranya datang dari perusahaan yang beroperasi di kawasan industri, termasuk Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI).
Tidak sekadar menghadirkan perusahaan penyedia kerja, Job Fair ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Sejumlah perusahaan dari kawasan industri turut berbagi informasi terkait kebutuhan tenaga kerja serta kesiapan yang diperlukan untuk menghadapi dunia kerja di era industri modern.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peluang bekerja ke luar negeri secara legal dan aman. Materi ini disampaikan oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), yang memberikan penjelasan tentang prosedur resmi serta perlindungan hukum bagi pekerja migran.
Dalam sambutannya, Bupati Syarwani mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bulungan menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran turun dari 4,54 persen pada 2023 menjadi 4,33 persen di tahun 2024.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya menekan angka pengangguran harus terus dilakukan. Salah satunya melalui penyelenggaraan job fair yang mampu menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan dunia usaha.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap terjadi kesesuaian antara kebutuhan perusahaan dan ketersediaan tenaga kerja lokal, sehingga angka pengangguran dapat terus ditekan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pertumbuhan investasi di Bulungan yang dinilai memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja. Pada tahun 2025, realisasi investasi mencapai sekitar Rp20,8 triliun dari PMDN dan PMA. Sementara hingga triwulan pertama 2026, nilai investasi telah menembus angka Rp10 triliun.
Menurutnya, peningkatan investasi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri yang terus berkembang.
Bupati juga mengajak perusahaan untuk lebih terbuka dalam menyampaikan kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang. Informasi tersebut dinilai penting sebagai dasar bagi pemerintah dalam merancang program pelatihan dan peningkatan kompetensi yang relevan.
Di sisi lain, Pemkab Bulungan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kemudahan dalam perizinan serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
(*)




































