MALINAU, Cokoliat.com – Bupati Kabupaten Malinau, Wempi W Mawa menilai program Milenial Mandiri bisa meningkatkan daya saing di dunia kerja dan dapat melahirkan lapangan kerja baru.
“Lewat program ini saya kira bisa membuka lapangan pekerjaan, dan dapat menciptakan kemandirian khususnya untuk kaum milenial,” ujarnya, usai meninjau para peserta Pelatihan Keterampilan, Selasa (8/6/2021).

Program Milenial Mandiri yang berasal dari prioritas 100 hari kerjanya, ditargetkan bisa melahirkan para milenial yang mempunyai daya saing yang tinggi dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Program ini ditujukan khusus untuk mendorong regenerasi anak muda Indonesia khususnya Kabupaten Malinau, yakni dengan cara menumbuhkan wirausahawan muda di bidang tertentu.
Saat ini, lanjut Wempi, generasi milenial sedang naik daun dan dianggap memiliki jiwa yang adaptif dalam memahami dunia kerja.
Wempi juga mengatakan, generasi milenial dapat menjadi pendongkrak utama atas kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Diharapkan para kaum milenial bisa membuat kualitas SDM Indonesia khususnya Kabupaten Malinau, dapat lebih maju lagi terutama di bidang wirausaha.
Diketahui, 7 Pelatihan yang dilaksanakan dalam program tersebut adalah Make Up, Tata Boga, Bioflok, Teknisi Hp, Barber Shop, Hydroponic, dan service AC. Pelatihan ini rencananya akan dilaksanakan menjadi 2 Gelombang.
Setelah mengikuti pelatihan, pihak panitia akan membekali para peserta dengan sertifikat.
Bupati sedikit membeberkan bahwa output dari program pelatihan ini ialah, untuk menyiapkan skill dan keterampilan para milenial.
“Jika sudah punya skill, dipastikan mereka dapat berusaha dengan kemandirian. Terkait modal usaha, kan tidak serta merta hanya dari Pemerintah. Mereka juga bisa ajukan di pihak Perbankan atau modal mandiri,” ujarnya.
Yang paling penting, ucap Wempi, ialah persiapan kemampuan dan keterampilan para Milenial.
Wempi sedikit menggambarkan bahwa modal yang berupa keterampilan lebih sulit didapatkan dibandingkan dengan memberikan modal berupa barang atau dana.
Melalui pelatihan ini, Wempi menuturkan telah memberikan ruang kepada kaum milenial, sehingga betul-betul dapat menjadi pilihan terbaik untuk mengembangkan potensi diri.
“Kita ingin melengkapi dan menyiapkan dulu, anak-anak muda yang terampil dan handal, sehingga kedepan mereka dapat melihat peluang kerja dan keuntungan yang ada,” tuturnya.
Program Milenial Mandiri, notabene tercetus dari harapan masyarakat di Desa terutama para milenial untuk dapat mandiri di usia muda, baik secara finansial, pekerjaan dan lainnya.
Harapan itu pun ditangkap oleh Bung Wempi, sapaan akrabnya, bahkan jauh sebelum ia menjabat sebagai Bupati Kabupaten Malinau.
Oleh sebab itu, melalui program tersebut Pemerintah hadir dengan memfasilitasi dan membantu agar anak-anak muda bisa mendapatkan pelatihan keterampilan.
Rencananya, program ini akan dijadikan percontohan dalam menggelar kegiatan di tahun berikutnya bagi anak-anak muda.
Wempi juga mengungkapkan satu pesan manis untuk para milenial. “Saya meyakini, siapa yang mempersiapkan diri dengan baik, memiliki skill dan kemampuan dengan baik pasti dapat merebut peluang-peluang yang ada,” pungkasnya. (ag)




































