Pemdes Malinau Kota Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H

Peringatan Maulid Nabi di Desa Malinau Kota, undang warga muallaf untuk pembinaan keagamaan.

MALINAU, cokoliat.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriyah di Gedung BPU Malinau Kota, Sabtu (20/11/2021) malam. Peringatan Maulid Nabi digelar, sekaligus untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat Desa Malinau Kota kepada Allah SWT,

Hadir dalam kegiatan, para ustadz dan santri dari Pondok Pesantren Al-Khairaat Malinau, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Malinau Kota. Turut hadir warga mualaf yang begitu semangat menyambut kegiatan keagamaan ini.

Tema Peringatan Maulid Nabi kali ini, Dengan Semangat Maulid Nabi Muhammad SAW Kita Tingkatkan Ukhuwwah Islamiyah Dan Toleransi Antar Umat Bergama Berdasarkan Tauladan Nabi Muhammad SAW.

Kepala Desa Malinau Kota, Riemantan Najamudin mengatakan, terselenggaranya kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari usulan masyarakat untuk pembinaan warga yang mualaf.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan pembinaan keagamaan ini telah dituangkan ke dalam Musrenbang Desa. Ini merupakan usulan masyarakat, kita pun menampung aspirasi tersebut,” ujarnya.

 

Kepala Desa Malinau Kota, Riemantan Najamudin

 

Ia menambahkan, bertepatan dengan momentum maulid nabi Muhammad SAW menjadi bentuk program pembinaan keagamaan dari Pemerintah Desa Malinau Kota.

“Kita padukan kegiatan pembinaan keagamaan dengan mengundang warga Desa Malinau Kota khususnya warga mualaf,” tuturnya.

Kegiatan pembinaan keagamaan serupa, kata dia sudah dilaksanakan empat kali. Khususnya pembinaan keagamaan kepada warga yang mualaf, agar wawasan dan pengetahuan tentang Agama Islam semakin bertambah.

“Atas nama Pemerintah Desa alhamdulillah dengan menerapkan protokol kesehatan pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi berjalan dengan khidmat,” bebernya.

Bang Udin – sapaan akrab Riemantan Najamudin – juga mengungkapkan, pembinaan keagamaan tidak hanya terbatas oleh warga yang beragama Muslim. Melainkan warga yang beragama Kristen, Hindu, Budha maupun Khonghucu pun boleh melakukan kegiatan keagamaan.

“Semua warga yang berbeda Agama tetap boleh melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan, karna kita di Desa adalah pelayan masyarakat. Warga hanya tinggal datang ke Pemerintah Desa dan mengusulkan kegiatan yang ingin dilakukan. Pasti kita fasilitasi,” imbuhnya.

Diharapkan, dengan adanya kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H yang menggunakan anggaran desa bisa memberikan manfaat kepada warga desa. Salah satunya, warga yang telah mendapat pembinaan menjadi warga yang religius dan bertambah imannya.

“Mudah-mudahan apa yang telah kami lakukan dengan anggaran dana desa, anggaran yang sudah diberikan oleh Pemerintah untuk masyarakat bisa bermanfaat,” harapnya.(ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan