Jembatan Rusak, Akses Warga Desa di Kecamatan Sungai Tubu Terputus

MALINAU, cokoliat.com –
Sebuah jembatan penghubung antar desa di Kabupaten Malinau rusak parah akibat curah hujan yang tinggi. Akibatnya, akses warga dari wilayah perkotaan Kabupaten Malinau menuju Desa di Kecamatan Sungai Tubu terputus.

Jembatan yang di atas aliran Sungai Nangah tersebut mengalami kerusakan cukup parah.

Padahal, jembatan itu merupakan jalur utama yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Long Pada, Faridan Liwah mengatakan, hingga saat ini jembatan penghubung tersebut belum diperbaiki.

Bacaan Lainnya

“Itu merupakan jalan darat utama untuk masyarakat. Jika kita dari wilayah perkotaan Malinau menuju Long Loreh lalu ke Desa Laban Nyarit dan masuk ke Desa Long Pada itu satu-satunya jalan darat yang dapat dilalui.,” ujarnya saat dihubungi Cokoliat.com via telepon, Senin (9/5/2022).

Ia menyebutkan, sebelumnya pembangunan akses jalan tersebut dibangun sekitar tahun 2015.

“Akses jembatan yang rusak parah itu tepat berada di atas aliran Sungai Nangah dan sama sekali tidak dapat dilewati kendaraan,” katanya.

Pihaknya pun meminta perhatian dan tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi Kaltara maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau melalui Dinas PUPR untuk melakukan perbaikan terhadap jembatan yang rusak tersebut.

“Sebelumnya saat pembukaan akses jalan sampai Desa Long Pada itu menggunakan dana APBD. Sehingga, baik peningkatan dan perawatan jalan sangat jarang dilakukan bahkan sampai mengakibatkan longsor,” ungkapnya.

Ia pun berharap adanya perhatian Pemerintah terhadap masyarakat di wilayah tersebut.

“Bagaimana pun kami sangat butuh, karena itu merupakan jalur utama masyarakat untuk distribusi logistik dan bahan pokok sehari-hari,” jelasnya.

Akses transportasi yang paling cepat, tambahnya, untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Sungai Tubu hanya menggunakan jalur darat.

“Sebetulnya ada dua jalur yang dapat digunakan yaitu darat dan sungai. Namun, jika terpaksa lewat sungai arus deras dan giramnya sangat mengancam bahaya. Termasuk fasilitas perahu yang belum memadai,” imbuhnya.(ag)

Pos terkait