COKOLIAT.COM, MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau kini mulai beralih dari hiruk-pikuk pelaksanaan IRAU dan HUT Kabupaten Malinau 2025 menuju fase konsolidasi anggaran jelang penutupan tahun.
Dalam Apel Gabungan Korpri, Senin (17/11/2025), Sekda Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., menyampaikan sejumlah catatan penting terkait dampak ekonomi IRAU serta pekerjaan rumah yang menunggu para OPD.
Sekda menegaskan bahwa pelaksanaan IRAU 2025 berhasil memberi efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Berdasarkan data BPS, perputaran uang selama event mencapai Rp108 miliar, lebih dari dua kali lipat dibanding pelaksanaan tahun 2023 yang tercatat Rp44 miliar.
Ia menekankan bahwa perputaran uang tersebut terutama dirasakan langsung oleh UMKM, pedagang, hotel, penginapan, hingga sektor informal.
Meski demikian, Sekda mengingatkan bahwa keberhasilan ekonomi ini tidak menghapus kenyataan bahwa penyelenggaraan IRAU sempat berada dalam tekanan.
Sebelum kegiatan dimulai, muncul wacana pembatalan yang didorong kekhawatiran sejumlah pihak. Setelah diskusi bersama DPRD dan paguyuban etnis, Pemkab memutuskan untuk tetap melanjutkan event keputusan yang kemudian terbukti berdampak positif.
Selain itu, Sekda juga menyinggung meningkatnya perhatian media nasional terhadap perkembangan Malinau, yang dinilai sebagai momentum baik untuk memperluas eksposur daerah. Sejumlah media seperti Tempo, TV One, Kompas TV hingga iNews TV disebut mulai melirik dinamika pembangunan di Malinau.
Namun setelah euforia IRAU mereda, Sekda mengingatkan bahwa pemerintah memasuki fase krusial menjelang tutup anggaran.
Dengan hanya tersisa 20–25 hari kerja, seluruh OPD diminta mempercepat penuntasan program dan memastikan pengendalian internal berjalan efektif.
Ia menekankan bahwa sekretaris dinas dan kepala bidang harus mengambil peran lebih aktif dalam pengawasan.
Dalam kesempatan yang sama, Sekda menegaskan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN di Malinau tetap aman, meski banyak daerah di Indonesia terdampak penurunan APBD dan mulai melakukan penyesuaian belanja pegawai.
Pemkab, kata Sekda, telah melakukan simulasi dan penghitungan belanja lima tahun terakhir untuk memastikan TPP tidak mengalami penurunan.
“TPP tetap tidak berubah. Yang ada hanya penyesuaian sistem untuk mengamankan kebijakan ini,” ujarnya.
Sekda juga menegaskan bahwa penurunan TPP memang pernah terjadi pada 2015 saat APBD melemah, namun berharap hal tersebut tidak terulang pada kondisi tahun ini.
Di akhir amanatnya, Sekda mengajak seluruh ASN mempertahankan ritme kerja hingga akhir tahun. Ia menegaskan bahwa keberhasilan IRAU harus diikuti dengan penyelesaian administrasi dan program daerah secara disiplin.
“Terima kasih atas kerja keras kita selama beberapa pekan terakhir. Tetap semangat sampai akhir tahun,” tutupnya.(Ck12).




































