BALIKPAPAN, Cokoliat.com– Malam puncak Grand Final Duta Lingkungan Hidup Balikpapan 2025 berlangsung di Gedung Kesenian Balikpapan, Sabtu (17/5/2025). Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan pemilihan duta lingkungan hidup yang telah dimulai sejak awal tahun.
Sebanyak 330 peserta dari jenjang SMP dan SMA telah bersaing dalam tes tertulis dan wawancara, dan hanya 40 semifinalis terbaik yang lolos ke tahap selanjutnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyatakan ajang ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.
“Kami berharap para finalis dapat menjadi agen-agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan hidup,” kata Sudirman.
Rangkaian acara Grand Final Duta Lingkungan Hidup Balikpapan 2025 dimulai dengan tes tertulis dan wawancara pada 2 Februari 2025. Sebanyak 330 peserta dari jenjang SMP dan SMA bersaing menunjukkan kemampuan Public Speaking, pengetahuan lingkungan, dan ide aksi mencegah kerusakan lingkungan. Hanya 40 semifinalis terbaik yang lolos ke tahap selanjutnya.
Selanjutnya, pada 23 Februari 2025, para semifinalis tampil unjuk bakat dan dipilih menjadi 24 Finalis terbaik. Pada malam puncak Grand Final Duta Lingkungan Hidup Balikpapan 2025 ini yang menentukan siapa yang berhak menyandang gelar Duta Lingkungan Hidup Balikpapan 2025.
“Para Pemenang dari acara ini adalah adik-adik kita yang memiliki pengetahuan lingkungan yang baik, kemampuan public speaking yang unggul, serta ide-ide inspiratif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan di Kota Balikpapan,” terang Sudirman lagi.
Selain itu, pemenang juga akan menjadi perwakilan DLH Balikpapan dalam berbagai kampanye lingkungan dan aksi sosial di kota tercinta
“Ajang ini menjadi bukti generasi muda kita memiliki kepedulian yang tinggi untuk menjaga lingkungan yang bersih. Dukung terus generasi muda Balikpapan yang peduli lingkungan,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, dan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, turut hadir memberikan dukungan pada acara ini.
Muhammad Taqwa menyampaikan apresiasi mendalam terhadap para finalis yang telah menunjukkan semangat dan kemampuan dalam menyuarakan isu lingkungan.
“Saya melihat semangat, kemampuan, dan retorika mereka berbicara tentang lingkungan luar biasa. Ini bukan sekadar ajang seremonial, tapi upaya mencetak agen-agen perubahan untuk masa depan. Generasi ini bukan hanya mewakili hari ini, tapi menjadi harapan masa depan,” ungkapnya.
Muhammad Taqwa menilai partisipasi para pelajar di tingkat SMP dan SMA dalam ajang ini merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Ia menyebutkan bahwa generasi muda hari ini merupakan garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan di masa mendatang.
“Kesadaran menjaga lingkungan itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau stakeholder, tapi semua elemen, termasuk adik-adik kita yang masih duduk di bangku sekolah. Ini sangat kita apresiasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Taqwa juga memberikan pesan khusus kepada para finalis Duta Lingkungan Hidup Balikpapan 2025. Ia menekankan, ajang ini bukan sekadar kompetisi menang atau kalah, melainkan sarana pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan secara berkelanjutan.
“Ini bukan akhir, ini hanya sekadar kontestasi. Semua finalis adalah pemenang, yang terpenting adalah semangat menjaga lingkungan. Kalaupun ini dijadikan kontestasi, semuanya menjadi pemenang sebagai agen perubahan,” akunya.
Ia pun berpesan agar semangat menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan simbolis semata. “Jangan hanya menanam pohon, tapi tanam juga peradaban. Jadilah suara bagi hutan, laut, dan udara. Jika kita peduli hari ini, anak cucu kita akan hidup di dunia yang hijau dan penuh harapan,” pungkasnya. (*)




































