KANALPUBLIK.COM, MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau melakukan evaluasi langsung terhadap kondisi sejumlah satuan pendidikan di daerah. Sarana dan prasarana (sarpras) sekolah serta pemerataan tenaga pendidik menjadi perhatian dalam monitoring tersebut.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Dr. Muhammad Fiteriady, melakukan kunjungan kerja dan monitoring ke sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Malinau, Selasa (29/9).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas pendidikan sekaligus mengetahui kebutuhan dan kendala yang dihadapi sekolah dalam mendukung proses belajar mengajar.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Wempi bersama rombongan mengecek sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan hingga fasilitas sanitasi.
Monitoring dilakukan untuk memastikan fasilitas yang tersedia mampu menunjang terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman dan memadai bagi peserta didik.
“Kualitas pendidikan yang baik harus ditopang oleh sarana dan prasarana yang memadai serta lingkungan belajar yang kondusif. Pemkab Malinau berkomitmen untuk terus memastikan seluruh anak-anak kita mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan setara,” ujar Wempi saat ditemui di sela-sela peninjauan, Selasa (29/9).
Selain mengecek sarana dan prasarana, Bupati Wempi bersama Kadisdik juga berdialog dengan kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan.
Dialog tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi sekaligus mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi sekolah secara langsung.
Sejumlah hal yang dibahas antara lain kebutuhan media pembelajaran, fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar hingga pemerataan tenaga pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Dr. Muhammad Fiteriady, mengatakan seluruh catatan dan temuan dari hasil monitoring akan diinventarisasi untuk menjadi bahan dalam penyusunan program prioritas.
“Data yang kami himpun dari hasil monitoring tadi akan menjadi acuan utama dalam penyusunan program prioritas, baik untuk perbaikan serta pemenuhan sarpras sekolah maupun program peningkatan kompetensi dan pemerataan guru di Kabupaten Malinau,” jelasnya.
Fiteriady menyebut, hasil monitoring lapangan penting untuk memastikan program pendidikan yang disusun pemerintah daerah benar-benar menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Melalui monitoring secara langsung dan berkala, Pemkab Malinau berharap berbagai persoalan yang berkaitan dengan fasilitas sekolah maupun tenaga pendidik dapat dipetakan secara lebih jelas.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan layanan pendidikan agar seluruh peserta didik di Kabupaten Malinau memperoleh kesempatan belajar dengan dukungan fasilitas dan tenaga pendidik yang memadai. (Kp/*)
