KANALPUBLIK.COM, MALINAU — Persoalan layanan kesehatan kembali dikeluhkan warga di wilayah pedalaman Kabupaten Malinau. Warga Desa Long Sule dan Desa Long Pipa, Kecamatan Kayan Hilir, mengaku kesulitan mendapatkan pelayanan medis akibat keterbatasan obat dan tenaga kesehatan di Puskesmas Long Sule.
Keluhan tersebut disampaikan seorang warga bernama Rama melalui video yang beredar di media sosial. Ia menyebut persoalan layanan kesehatan di wilayahnya telah berlangsung cukup lama dan belum mendapatkan penyelesaian.
Dalam video tersebut, Rama menyampaikan bahwa dirinya mewakili keresahan warga Desa Long Sule dan Desa Long Pipa. Ia bahkan mengaku kedua anaknya sedang sakit dan belum kunjung sembuh setelah beberapa hari.
Menurut Rama, warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kerap diminta menjalani pengobatan di Malinau. Kondisi itu menjadi persoalan tersendiri karena warga harus mengeluarkan biaya perjalanan untuk berobat dari kawasan Apau Kayan.
“Kami dirujuk ke Malinau, kembali lagi, dirujuk lagi ke Malinau. Kami tidak punya biaya untuk terus-terusan turun berobat,” ujar Rama dalam video tersebut.
Ia juga menyoroti kondisi Puskesmas Long Sule yang menurutnya telah memiliki bangunan yang cukup representatif. Namun, kondisi fisik tersebut dinilai belum sebanding dengan ketersediaan obat maupun tenaga kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.
Rama menyebut saat ini cukup banyak warga di Desa Long Sule dan Long Pipa yang mengalami sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan.
Keluhan tersebut dibenarkan Kepala Desa Long Sule, Jarot Irei, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (28/9/2026).
Jarot mengatakan video yang disampaikan warganya tersebut sebenarnya telah dibuat sekitar tiga pekan lalu. Namun, menurutnya, kondisi pelayanan kesehatan di Puskesmas Long Sule hingga kini belum banyak mengalami perubahan.
“Memang benar kurangnya fasilitas dan tenaga kesehatan di Puskesmas Long Sule,” ujar Jarot.
Ia menjelaskan, Puskesmas Long Sule saat ini tidak memiliki dokter dan masih kekurangan tenaga perawat. Kondisi tersebut membuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut menghadapi keterbatasan.
Persoalan juga terjadi pada ketersediaan obat. Jarot mengatakan, pengiriman obat dari dinas terkait tercatat dilakukan sebanyak dua kali pada April 2026. Setelah pengiriman tersebut, belum ada lagi distribusi obat hingga saat ini.
Kondisi geografis turut memperberat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Desa Long Sule berada di kawasan Apau Kayan yang memiliki akses terbatas. Dari Malinau, wilayah tersebut hanya dapat dijangkau melalui jalur udara.
Penerbangan perintis menuju Long Sule sendiri dijadwalkan sebanyak dua kali dalam sepekan.
Bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lanjutan, keterbatasan akses transportasi dan biaya perjalanan menjadi persoalan tambahan. Warga pun berharap pemerintah daerah dapat memastikan ketersediaan obat serta tenaga kesehatan agar masyarakat tidak terus bergantung pada rujukan ke Malinau.
Keluhan warga ini sekaligus menjadi sorotan terhadap pemerataan pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman Malinau, khususnya daerah yang secara geografis memiliki akses transportasi terbatas.
Reporter : Rahmawati
