KANALPUBLIK.COM, MALINAU — Video keluhan warga terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Long Sule, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, kembali mencuat di media sosial. Dalam video tersebut, seorang warga bernama Rama menyampaikan keluhan mengenai minimnya fasilitas kesehatan dan ketersediaan obat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Koordinator Perwakilan Kecamatan Kayan Hilir Long Sule, Marjem Anye, S.H., M.H., yang dihubungi untuk memberikan klarifikasi, menegaskan bahwa informasi mengenai ketiadaan obat sebagaimana disampaikan dalam video tersebut tidak menggambarkan kondisi pelayanan kesehatan saat ini.
Marjem menjelaskan, stok obat di Puskesmas Long Sule saat ini masih tersedia dan mendapat pasokan secara berkala dari Gudang Obat Dinas Kesehatan. Pelayanan kepada masyarakat juga tetap berjalan dengan dukungan tenaga kesehatan yang tersedia.
“Ketersediaan obat cukup banyak dan pelayanan tetap berjalan. Memang dokter yang tidak ada, dan jumlah perawat masih kurang. Namun kalau obat-obatan, semuanya tersedia,” kata Marjem.
Meski demikian, Marjem tidak menampik bahwa persoalan kekurangan tenaga medis, khususnya dokter umum, masih menjadi kendala di wilayah
Marjem juga menjelaskan bahwa video yang kini kembali beredar luas di media sosial tersebut bukan merupakan kejadian baru. Menurutnya, keluhan dalam video terjadi sekitar dua hingga tiga tahun lalu ketika anak warga yang bersangkutan sedang sakit.
Saat itu, kata Marjem, warga tersebut membuat video dalam kondisi emosional karena anaknya sedang mengalami sakit.
Persoalan tersebut kemudian telah diselesaikan secara kekeluargaan dengan melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pihak Puskesmas Long Sule.
Marjem mengatakan, warga yang bersangkutan bersama keluarganya juga telah menyampaikan permohonan maaf atas informasi yang dinilai kurang tepat dan berjanji memberikan klarifikasi.
Karena itu, pemerintah setempat mengaku terkejut ketika video lama tersebut kembali beredar dan menimbulkan persepsi seolah-olah kondisi pelayanan kesehatan di Long Sule saat ini masih sama seperti yang tergambar dalam video.
Di sisi lain, persoalan kekurangan dokter di Long Sule memang masih menjadi pekerjaan rumah.
Marjem mengatakan, pihak puskesmas bersama Dinas Kesehatan dan BKPP telah berulang kali membuka formasi penerimaan CPNS maupun PPPK untuk memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga kesehatan lainnya.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal karena formasi yang dibuka kerap sepi peminat.
Pada seleksi tahun lalu, misalnya, hanya satu orang dokter yang mendaftar. Namun, peserta tersebut tidak berhasil memenuhi nilai ambang batas atau *passing grade.
“Kami sudah berupaya maksimal membuka peluang bagi putra-putri daerah maupun dari luar untuk mendaftar. Namun karena kondisi geografis yang cukup jauh dan sulit, belum ada yang mengisi formasi tersebut.”
Ia berharap ke depan terdapat perhatian khusus terhadap pemenuhan tenaga dokter di Long Sule, mengingat kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut tetap harus dipenuhi.
“Kami berharap ke depannya ada perhatian khusus agar kebutuhan dokter di Long Sule dapat segera terpenuhi,” pungkasnya.
Reporter : rw
