8 Bangunan di Kawasan Sawmill Tarakan Terbakar, Petugas Terkendala Akses dan Air

kebakaran melanda kawasan Sawmill di jalan Gajah Mada, kelurahan karang Rejo, kecamatan tarakan barat Kalimantan Utara, Jumat (18/9).

KANALPUBLIK.COM, TARAKAN — Kebakaran melanda kawasan sawmill di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat, Kalimantan Utara, Jumat (18/9/2026) siang. Sebanyak delapan bangunan dilaporkan terbakar dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.35 WITA. Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Kota Tarakan langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar lima menit kemudian.

Kepala Dinas Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Sofyan, mengatakan petugas langsung melakukan pemadaman setelah tiba di lokasi.

“Laporan kami terima sekitar pukul 14.35 WITA. Kemudian petugas langsung bergerak dan sekitar pukul 14.40 WITA sudah tiba di lokasi. Begitu sampai, langsung gelar selang dan melakukan penyemprotan untuk menangani kebakaran,” ujar Sofyan.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat delapan bangunan yang terdampak kebakaran. Bangunan tersebut terdiri atas satu bangunan yang terbagi menjadi beberapa petak dan tiga bangunan rumah tinggal. Mayoritas bangunan yang terbakar diketahui berbahan kayu.

Adapun warga yang terdampak berdasarkan data sementara yakni Nurdin, Hamka, Sabri dan Ahmad. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Data sementara yang kami dapat ada Pak Nurdin, Pak Hamka, Pak Sabri dan Pak Ahmad. Untuk jumlah bangunan yang terbakar sementara ada delapan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dan dilanjutkan dengan pendinginan. Namun, petugas menghadapi kendala akses menuju lokasi karena kendaraan masyarakat terparkir di sisi kiri dan kanan jalan.

Kondisi tersebut membuat kendaraan pemadam kebakaran kesulitan masuk dan melakukan manuver. Meski demikian, unit pertama masih dapat mendekati titik kebakaran.

“Kalau jalannya sebenarnya bisa dilalui, tetapi kendaraan banyak yang parkir di kiri dan kanan sehingga kami kesulitan untuk masuk dan melakukan manuver. Unit pertama masih bisa sampai cukup dekat ke lokasi, tetapi akses untuk unit berikutnya menjadi lebih sulit,” jelas Sofyan.

Selain akses, kondisi air juga menjadi kendala. Saat proses pemadaman berlangsung, kondisi air sedang mati atau belum pasang.

Petugas sempat menggunakan pompa portabel untuk menyedot air, namun penggunaannya belum dapat maksimal.

“Kondisi air saat itu kebetulan sedang mati, belum pasang. Kami sudah mengupayakan menggunakan portable untuk menyedot air, tetapi tidak bisa maksimal. Jadi selain akses, kondisi air juga menjadi kendala kami dalam melakukan pemadaman,” ungkapnya.

Menghadapi kondisi tersebut, petugas menerapkan strategi pemadaman dengan sistem gunting. Metode ini dilakukan dengan memblok bangunan yang belum terbakar untuk memutus jalur rambatan api.

Strategi tersebut berhasil mencegah api menjalar ke salah satu rumah yang berada di sisi kiri kawasan kebakaran.

“Kami melakukan sistem gunting dengan memblok rumah yang belum terbakar. Alhamdulillah satu rumah di sebelah kiri tadi bisa kami selamatkan. Kalau kami tidak melakukan upaya itu, kemungkinan api bisa meluas lagi ke bagian belakang,” kata Sofyan.

Penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur, di antaranya TNI-Polri, PMI, PDAM, Satpol PP, Basarnas dan KORLAKAR Tarakan.

Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

“Pendinginan sampai saat ini masih berlangsung. Kami bersama teman-teman KORLAKAR memastikan proses pendinginan terus dilakukan sampai tidak ada lagi asap yang keluar. Jadi kami pastikan kondisi di lokasi benar-benar aman sebelum seluruh petugas meninggalkan tempat kejadian,” pungkas Sofyan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Eko Supriatnoko, mengatakan sebanyak 46 personel dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut.

Jumlah itu terdiri dari 40 anggota pemadam kebakaran dan enam anggota KORLAKAR Tarakan. Penanganan juga mendapat dukungan dari sejumlah instansi terkait.

“Personel yang turun ada 46 orang, terdiri dari 40 anggota pemadam dan enam anggota KORLAKAR. Kami juga mendapat dukungan dari teman-teman TNI-Polri, PMI, PDAM, Satpol PP dan Basarnas dalam proses penanganan kebakaran,” ujar Eko.

Terkait penyebab kebakaran, Eko mengatakan masih dalam proses penyelidikan. Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas dari masyarakat, api diduga pertama kali muncul dari rumah milik Sabri.

“Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan. Informasi awal yang kami terima dari masyarakat, api muncul dari rumah Pak Sabri. Di sekitar rumah itu kami juga melihat ada solar,” ujarnya.

Menurut Eko, keberadaan solar tersebut berdasarkan informasi awal berkaitan dengan kebutuhan nelayan. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah solar tersebut memiliki kaitan dengan terjadinya kebakaran.

“Kami belum tahu apakah solar itu memang digunakan untuk kebutuhan sendiri atau ada kegiatan lain. Informasi yang kami dapat berkaitan dengan nelayan. Jadi apakah ada kaitannya dengan kebakaran, itu masih kami selidiki,” tandasnya.

Pos terkait