Pemuda Kaltara Wakili Indonesia di Forum Dunia Untuk Demokrasi

Halim Pratama, pemuda Kaltara yang terpilih ikut dalam Perhelatan Forum Dunia untuk Demokrasi di Palace of Europe, Stasbourg, Prancis

MALINAU, cokoliat.com – Menjadi peserta dalam kegiatan Internasional tentunya merupakan impinan setiap pemuda, tak ketinggalan bagi seorang Halim Pratama. Pemuda asal Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara ini terpilih sebagai salah satu dari 40 delegasi pemuda dunia pada helatan Forum Dunia untuk Demokrasi di Palace of Europe, Strasbourg, Prancis.

Dalam perhelatannya, forum yang dilaksanakan selama tiga hari, sejak 8 November lalu ini membuka kesempatan kepada pemimpin muda untuk ikut andil dalam diskusi tingkat internasional.

Proses panjang dilalui setiap kandidat agar dapat menjadi delegasi pemuda. Proses dimulai dengan seleksi tertulis, wawancara, sampai persiapan materi baik secara online maupun training langsung yang dilaksanakan beberapa hari di Strasbourg sebelum Forum dimulai.

Setelah mengikuti proses seleksi yang ketat sejak tahun 2020, Halim dan 39 delegasi profesional muda lainnya yang terpilih mewakili negaranya masing-masing. Halim akhirnya dapat duduk bersama dengan pemangku kebijakan publik, dari berbagai belahan dunia dan lintas sektor di tahun ini.

Bacaan Lainnya

 

Saat dikonfirmasi, Halim Pratama mengatakan, Forum Dunia untuk Demokrasi ini merupakan rutin diadakan setiap tahun. Dalam penyelenggaraannya, setiap tahun Forum ini mencari delegasi pemuda dari setiap negara.

“Saya sudah mendaftar tahun lalu, namun karena pandemi kegiatannya di cancel. Jadi, kita yang terpilih pada tahun lalu, baru bisa berangkat tahun ini. Saya mewakili Indonesia, bahkan satu-satunya perwakilan dari Asia Tenggara untuk mewakili suara pemuda,” ujarnya kepada cokoliat.com melalui sambungan telepon, Sabtu (13/11/2021).

Halim menuturkan, tema kegiatan dalam perhelatan Forum ini, tentang Demokrasi dan Lingkungan.

“Jadi bagaimana prinsip-prinsip demokrasi juga dapat menyelamatkan lingkungan kita dan menurut saya memang sangat relevan bagi pemuda,” jelasnya.

Ia menilai tema dalam forum kali ini juga sangat kontekstual dengan keadaan Kabupaten Malinau yang notabene merupakan wilayah Kabupaten Konservasi.

“Ini sangat kontekstual dengan Kabupaten Malinau, pemudanya menjadi kekuatan demokrasi dan juga sebagai salah satu Kabupaten Konservasi di Indonesia,” katanya.

Ia berharap partisipasinya di Forum Dunia untuk Demokrasi tahun ini dapat memperkaya perspektif dan diskursus dari Forum ini dan menjadi bekal untuk terus membawa suara generasi muda sebagai kekuatan demokrasi di Indonesia.

Sebagai pemuda Indonesia, tambahnya, generasi muda harus dapat berada di garda depan dalam proses demokrasi. Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia yang memiliki jumlah penduduk usia muda yang sangat banyak, kuantitas ini haruslah diimbangi dengan kualitas.

“Pemuda harus lebih berani, lebih profesional, dan memiliki empati ketika masuk ke dalam sistem demokrasi. Dengan begitu kita dapat membawa dampak dan menjadikan demokrasi sebagai alat kebaikan bagi banyak orang,” pungkasnya.(ag)

Pos terkait