MALINAU, Cokoliat.com – Kepengurusan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Malinau dipercayakan kepada Machmud Bali untuk periode 2021-2026. Penetapan nakhoda baru DPD PAN Malinau, sesuai dengan hasil dalam Rapat Kerja dan Rapat Harian yang di hadiri Ketua DPW PAN Kaltara, Ibrahim Ali dan Sekjen DPW Kaltara Makbul di Hotel Mahkota, Tj. Belimbing, Kabupaten Malinau, Sabtu (13/11/2021).
Ketua DPW PAN Kaltara, Ibrahim Ali mengatakan, kehadirannya di Kabupaten Malinau selain menghadiri rapat, juga untuk mengukuhkan Ketua DPD PAN Malinau.
“Kita telah menargetkan kerja-kerja mesin politik dari sekarang sudah harus dimulai. Ada dua Kabupaten yang sebenarnya belum kita tuntaskan untuk mengisi kekosongan Ketua DPD yaitu di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan,” ucapnya.
Setelah ada kepengurusan baru ini, Ibrahim Ali menegaskan sudah memasang target untuk Pemilu Legislatif, 2024 mendatang. Meski demikian, target yang ia berikan tidak terlalu tinggi di musim pemilu mendatang. Hal tersebut jika berdasarkan pemetaan
“Di Malinau, target kita tidak muluk-muluk. Dari dua Daerah Pemilihan (Dapil), semoga bisa dapat 3 kursi. Kita realistis saja. Tapi, untuk di DPRD Provinsi kita belum bisa pasang target. Sedangkan untuk Bulungan, Tana Tidung dan Tarakan kita pasang target minimal dua kursi juga,” ungkapnya.
Ia pun berharap kedepannya, khusus Kabupaten Nunukan yang memiliki tiga Dapil bisa mendapatkan tiga kursi legislatif.
“Target di DPRD Provinsi Kaltara kita juga dapat. Di musim Pemilu 2024 semoga insya Allah kita bisa menduduki pimpinan DPRD Kaltara. Kerja politik mulai sekarang harus dijalankan dan kader harus solid,” bebernya.
Ia juga menekankan, para kader harus merangkul tokoh milenial dan harus dekat dengan para tokoh agama.
Ibrahim Ali sempat menyebutkan, di Kabupaten Malinau masih belum memiliki kursi di DPRD, sehingga masih belum bisa dikatakan mandiri.
“Kan PAN Malinau masih belum memiliki kursi di DPRD. Makanya, kita meminta para kader untuk tetap bersinergi dan mendukung program pemerintah daerah. Saya meminta seluruh kader PAN Malinau harus mendukung program Bupati dan Wakil Bupati, tidak boleh ada yang berseberangan. Namun, jika dalam perjalanannya ada hal-hal yang harus dikritik apalagi itu merugikan masyarakat, kritik harus dilakukan,” tegasnya.
Ia menilai, kritik juga merupakan fungsi dari partai politik sebagai balancing atau penyeimbang. Meskipun ia mengakui, PAN masih belum memiliki kursi legislatif di wilayah Kabupaten Malinau.
Kedepan, ia juga memberikan instruksi kepada kader partainya untuk lebih jeli dan kreatif dalam membuat gebrakan dan program yang dirasakan masyarakat. Kader PAN, menurutnya harus benar-benar dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pemilih milenial menjadi target selanjutnya yang harus digaet. Tidak hanya pada pemilih atau tokoh-tokoh senior, kader harus berani collabs dengan para milenial. Bonus demografi ini akan sangat jadi positif jika dikelola dan diarahkan dengan baik,” kata pria yang juga menjabat sebagai Bupati Tana Tidung ini.
Terkait kepemimpinan baru Machmud Bali, Sekretaris DPW PAN Kaltara, Makbul menambahkan, pihaknya menunggu Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN. Setelah SK terbit, selanjutnya kepengurusan yang sudah terbentuk akan melakukan rapat internal terlebih dahulu.
“Dengan adanya kepemimpinan baru ini, maka perlu dilakukan konferensi pers untuk memperkenalkan kepengurusan yang baru. Konferensi pers dilakukan agar menyampaikan ke publik, terkait SK yang dikeluarkan oleh DPW PAN Kaltara sah secara legalitas,” tandasnya.(ag)
