KANALPUBLIK.COM, MALINAU – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Malinau, Ernes Silvanus, memberikan pembekalan kepada 381 Ketua RT se-Kabupaten Malinau terkait arah pemanfaatan dana operasional RT yang dialokasikan melalui pemerintah desa.
Pada Pidatonya, Ernes menegaskan bahwa penggunaan dana operasional RT tidak hanya sebatas untuk kebutuhan administrasi, tetapi juga harus mendukung program prioritas daerah, terutama di bidang kebersihan lingkungan dan penanganan stunting.
Salah satu program unggulan yang didorong adalah Malinau Bersih Lingkungan (MBL). Melalui program ini, dana operasional RT diarahkan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
“MBL ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif warga. Jadi bukan hanya peran ketua RT, tetapi juga peran masyarakat yang harus kita hidupkan,” ujar Ernes.
Ia menambahkan, ketua RT memiliki posisi strategis sebagai penggerak sekaligus penghubung antara warga dan pemerintah desa dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan tidak lagi pasif. Kegiatan gotong royong yang selama ini cenderung didominasi aparat desa dan pengurus RT, ke depan diharapkan melibatkan lebih banyak warga.
Pemerintah daerah sendiri telah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp 30 juta per tahun untuk mendukung program MBL. Dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan kebersihan lingkungan yang direncanakan berlangsung minimal dua kali setiap bulan.
Selain itu, terdapat pula alokasi sekitar Rp 9 juta per tahun untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting di tingkat RT. Anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi, sosialisasi, hingga dukungan pemenuhan gizi yang berkoordinasi dengan layanan kesehatan setempat.
“Penanganan stunting harus dimulai dari tingkat paling bawah agar lebih efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ernes menyebut dana operasional RT juga dapat digunakan untuk menangani kebutuhan mendesak di lingkungan warga, seperti perbaikan sanitasi, penanganan genangan air skala kecil, hingga kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sektor pertanian.
Dengan adanya dukungan anggaran tersebut, diharapkan RT mampu lebih responsif terhadap berbagai persoalan di masyarakat serta menghadirkan solusi yang cepat dan tepat.
(*st)
