Kucing Merah Jadi Maskot Porprov II Kaltara, Malinau Angkat Pesan Pelestarian Satwa Endemik

KANALPUBLIK.COM, MALINAU – Kucing merah Kalimantan (Catopuma badia) dipilih menjadi maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) yang akan berlangsung di Kabupaten Malinau. Pemilihan satwa endemik Pulau Borneo itu diharapkan tidak hanya memperkuat identitas ajang olahraga, tetapi juga menjadi pesan penting tentang pelestarian keanekaragaman hayati.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, mengatakan desain maskot Porprov II Kaltara saat ini masih dalam tahap penyempurnaan. Sejumlah unsur visual akan diperbaiki agar maskot dan logo yang digunakan dalam penyelenggaraan Porprov lebih kuat, menarik, dan mudah dikenali.

“Yang kemarin menang itu masih asli dari pembuat. Nah setelah ini baru kami coba improve, kita tambahkan baik pewarnaan, tulisan, perbaikan-perbaikan supaya dia terlihat lebih kontras,” ujar Ernes.

Menurut Ernes, penyempurnaan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan penyelenggaraan Porprov. Panitia juga memiliki kewenangan untuk melakukan penyesuaian terhadap desain yang sebelumnya terpilih melalui sayembara.

Maskot dan logo Porprov II Kaltara ditargetkan diperkenalkan kepada masyarakat pada 9 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas).

“Nanti kita rencana di 9 September pada saat Haornas kita coba launching untuk maskot dan logo,” katanya.

Ernes membenarkan bahwa kucing merah Kalimantan menjadi satwa yang dipilih sebagai maskot. Pemilihan tersebut melalui proses yang cukup panjang dan turut melibatkan lembaga adat.

“Kalau untuk maskot itu nanti kucing merah, itu melalui proses yang cukup panjang, kita juga melibatkan lembaga adat,” ungkapnya.

Pemilihan Catopuma badia sebagai maskot juga memiliki pesan konservasi. Kucing merah merupakan salah satu satwa liar endemik Kalimantan yang keberadaannya perlu dijaga karena menghadapi ancaman terhadap kelangsungan populasinya.

“Iya. Kenapa kita ambil itu? Karena termasuk yang kalau tidak kita jaga bisa punah,” jelas Ernes.

Kucing merah Kalimantan merupakan satwa endemik Pulau Borneo yang dikenal sebagai salah satu kucing liar yang sulit ditemukan. Satwa ini memiliki tubuh relatif ramping, ekor panjang, serta karakteristik warna bulu kemerahan.

Di Kabupaten Malinau, keberadaan kucing merah memiliki keterkaitan erat dengan kawasan hutan dan habitat alami di Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM).

Rekaman kucing merah kembali diperoleh melalui kamera pengintai Balai TNKM pada 2023. Temuan tersebut menjadi bagian dari catatan keberadaan satwa yang sebelumnya telah tercatat melalui penelitian sejak 1957 dan kembali ditemukan pada 2003 melalui kerja sama WWF. Data rekaman terbaru kemudian diunduh pada 2024 dan dipublikasikan pada awal 2025.

Ernes berharap penggunaan kucing merah sebagai maskot Porprov tidak hanya menjadi identitas visual pesta olahraga terbesar di Kaltara, tetapi juga membuka ruang edukasi mengenai kekayaan alam daerah.

Menurutnya, momentum Porprov dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kucing merah kepada masyarakat, terutama generasi muda yang belum banyak mengenal satwa endemik tersebut.

“Jadi kita juga sambil mengenalkan kepada masyarakat kita, ini loh salah satu hewan yang memang endemik asli Kalimantan, terutama Malinau,” pungkasnya.

Pemilihan kucing merah sebagai maskot Porprov II Kaltara pada akhirnya diharapkan membawa dua pesan sekaligus, yakni semangat kompetisi dan sportivitas dalam olahraga serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan satwa endemik Kalimantan.

Pos terkait