KANALPUBLIK.COM, TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) memperkuat sinergi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) untuk mempercepat pemerataan akses listrik, khususnya bagi puluhan desa yang hingga kini belum teraliri listrik.
Komitmen tersebut dibahas Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat menerima audiensi jajaran pimpinan PLN Kalimantan di ruang pertemuan Hotel Tarakan Plaza, Senin (31/8).
Pertemuan tersebut dihadiri General Manager (GM) PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli, GM UIP3B Kalimantan Riko Ramadhano Budiawan, serta sejumlah manajer unit pelaksana PLN wilayah Kaltara dan Balikpapan.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa Kaltara mendapat perhatian dan prioritas dari pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam upaya mempercepat penyediaan listrik bagi desa-desa yang belum menikmati layanan kelistrikan.
Menurut Zainal, masih terdapat sekitar 60 desa di Kaltara yang belum teraliri listrik. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan PLN agar pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat dapat dilakukan secara bertahap.
“Kaltara mendapat prioritas dari pusat. Ada sekitar 60-an desa yang belum berlistrik dan ini akan kita dorong penyelesaiannya secara bertahap,” kata Zainal.
Ia menegaskan, pemerataan akses listrik menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.
Pemprov Kaltara, lanjutnya, siap mendukung langkah PLN dalam memperluas jaringan kelistrikan di daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi elektrifikasi hingga ke desa-desa yang selama ini belum mendapatkan akses listrik secara memadai.
Gubernur berharap dukungan pemerintah pusat dan PLN dapat terus diperkuat sehingga seluruh masyarakat Kaltara secara bertahap dapat menikmati akses listrik yang merata.






































