KANALPUBLIK.COM, MALINAU – Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) III Kabupaten Malinau menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan yang digelar di Aula SLBN Malinau, Jumat (5/9) pagi, tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang kejuaraan tingkat Kabupaten Malinau dari sejumlah perlombaan yang telah dilaksanakan sebelumnya.
FASI III Kabupaten Malinau menghadirkan berbagai cabang perlombaan, di antaranya pidato, azan, Mars BKPRMI, video konten remaja, cerdas cermat agama, dan tartil.
Bupati Malinau Wempi W. Mawa yang diwakili Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Drs. H. Kamran Daik, mengatakan FASI memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga memiliki akhlak serta kecintaan terhadap ajaran agama Islam.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malinau, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran BKPRMI Kabupaten Malinau, panitia pelaksana, para pembina, guru, orang tua, dewan juri, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan FASI III ini,” ujar Kamran.
Menurut dia, berbagai perlombaan yang digelar menjadi kesempatan untuk melihat potensi dan bakat yang dimiliki anak-anak serta generasi muda di Kabupaten Malinau.
“Kita dapat melihat potensi serta bakat luar biasa yang dimiliki oleh anak-anak dan generasi muda Kabupaten Malinau. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada masa-masa mendatang,” katanya.
Kamran menegaskan, generasi muda perlu diberikan ruang untuk belajar, tumbuh, berprestasi, sekaligus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
“Anak-anak kita harus diberikan ruang untuk tumbuh, belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi mereka. Karena merekalah yang kelak akan menjadi penerus pembangunan bangsa, daerah, dan Kabupaten Malinau yang kita cintai bersama,” ungkapnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, FASI III juga menjadi bagian dari perjalanan pengabdian Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dalam pembinaan generasi muda dan remaja masjid.
Memasuki usia 49 tahun, BKPRMI dinilai telah melalui perjalanan panjang dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat, khususnya dalam membangun karakter generasi muda melalui kegiatan keagamaan.
Kamran berharap BKPRMI Kabupaten Malinau dapat terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter.
“Saya berharap BKPRMI Kabupaten Malinau dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” jelasnya.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi hal penting dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul.
“Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama mempersiapkan generasi Kabupaten Malinau yang unggul,” pungkasnya.
