COKOLIAT.COM, MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau menggelar Seminar Nasional bertema “Perbatasan Kuat, Indonesia Bermartabat” dengan subtema “504: Malinau Beranda Merah Putih”, Jumat (24/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Tebengang ini menghadirkan narasumber dari Deputi I BNPP Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, Deputi I Kantor Staf Presiden RI, Bupati Malinau, serta Kepala BNPP Provinsi Kalimantan Utara, dengan Guru Besar Universitas Mulawarman (UNMUL) bertindak sebagai moderator. Seminar juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Diskominfo Malinau.
Dalam paparannya, Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H. menegaskan pentingnya menjaga kehormatan bangsa melalui penguatan wilayah perbatasan, terutama sepanjang 504 kilometer garis batas di wilayah Malinau, termasuk kawasan Apau Kayan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Menurutnya, pembangunan perbatasan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga berkaitan erat dengan martabat dan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Potensi di perbatasan harus dijaga. Yang dijaga bukan hanya wilayahnya, tetapi juga manusianya, kehormatan, pendidikan, SDM, kesehatan, hingga ekonominya,” tegas Wempi.
Ia mengungkapkan, percepatan pembangunan kerap terhambat oleh regulasi dan perizinan kehutanan, karena sebagian besar wilayah Malinau termasuk dalam kawasan hutan. Kondisi itu menuntut koordinasi lintas kabupaten, provinsi, hingga kementerian.
Sebagai langkah konkret, Wempi mendorong lahirnya kebijakan strategis nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat perbatasan.
Salah satu usulan strategis yang terus diperjuangkan yakni pemekaran wilayah Apau Kayan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB).
“Jika kepentingannya menyangkut kehormatan bangsa, kebijakan strategis bisa diputuskan langsung oleh Presiden. Kami sudah menyampaikan aspirasi ini dan berharap dapat menjadi keputusan politik nyata bagi masa depan perbatasan,” ujarnya.
Melalui seminar ini, Pemkab Malinau berharap pemerintah pusat dapat memberi perhatian lebih terhadap wilayah perbatasan, bukan hanya dari aspek keamanan, tetapi juga dari pembangunan sosial dan ekonomi masyarakatnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Malinau dan Festival Budaya IRAU ke-11 Tahun 2025, yang mengangkat semangat kebersamaan dan nasionalisme di wilayah paling utara Kalimantan ini.(Ag).
