Pemkab Malinau Matangkan Persiapan Irau ke-11: Infrastruktur Permanen dan UMKM Jadi Fokus Utama

COKOLIAT.COM, MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau terus mematangkan persiapan Irau ke-11 Tahun 2025, yang akan dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Malinau serta Festival Budaya pada 7–26 Oktober 2025 mendatang.

Fokus utama panitia pelaksana adalah penyempurnaan infrastruktur fisik dan fasilitas UMKM, guna memastikan pesta rakyat dua tahunan ini berlangsung meriah, aman, dan berdampak ekonomi luas.

“Salah satunya, panggung dibangun permanen. Termasuk lapangan sedang dalam pengerjaan menyambut acara nantinya,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesra Malinau, H. Kamran Daik, Minggu (9/25).

Saat ini, Panggung Utama Padan Liu Burung tengah direnovasi dan diperluas untuk menampung lebih banyak pengunjung. Area Pro Sehat juga ditata ulang agar lebih representatif. Panggung utama dibangun secara permanen untuk efisiensi jangka panjang.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, stand pameran UMKM yang sebelumnya terbuat dari kayu kini menggunakan model knockdown permanen yang bisa dibongkar-pasang dan digunakan kembali untuk kegiatan lain.

Pemerintah daerah juga akan memberlakukan sistem penyewaan resmi bagi penggunaan fasilitas ini, agar dapat menjadi sumber pendapatan daerah.

“Jika nanti ada pihak yang ingin menyewa untuk acara lain, hasilnya masuk ke kas daerah. Kita akan atur mekanisme sewa-menyewa secara resmi,” tambah Kamran.

Antusiasme pelaku UMKM sangat tinggi. Tercatat lebih dari 500 pendaftar bersaing memperebutkan sekitar 400 stan yang tersedia. Pemkab memprioritaskan pelaku usaha dengan izin resmi, namun tetap membuka peluang bagi UMKM lain jika terdapat ruang tersisa.

Sektor-sektor pendukung juga akan merasakan dampak langsung, mulai dari perhotelan, homestay, rumah makan, rental kendaraan, hingga pengrajin lokal.

“Hotel, homestay, warung makan, rental kendaraan, hingga pengrajin lokal akan ikut merasakan dampaknya,” ujar Kamran.

Persiapan acara telah mencapai 85 persen. Koordinasi lintas sektor telah dilakukan secara intensif, melibatkan lembaga adat, Dinas Pariwisata, KORMI, serta cabang olahraga tarkam dan prestasi.

Meski sempat ada gangguan berskala nasional, Pemkab Malinau tetap berkomitmen untuk menyukseskan acara yang telah dirancang sejak dua tahun lalu.

“Meski sempat ada insiden nasional, kami tidak patah arah. Acara adat ini sudah kami rencanakan sejak dua tahun lalu,” tegas Kamran.

Dengan infrastruktur yang hampir rampung dan kolaborasi yang solid, Irau ke-11 digadang-gadang akan menjadi etalase budaya dan pariwisata terbesar di Malinau, sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM. (*)

Pos terkait