LA Lundayeh Kecam Edy Mulyadi

MALINAU, cokoliat.com–Masyarakat Dayak Lundayeh Kabupaten Malinau mengecam Edy Mulyadi atas pernyataannya beberapa waktu lalu yang menyinggung masyarakat Kalimantan dengan menyebut Kalimantan jadi tempat jin buang anak. Edy Mulyadi sudah meminta maaf pada masyarakat Kalimantan. Namun, ucapannya  terlanjur melukai hati masyarakat.

Ketua Lembaga Adat Lundayeh Kabupaten Malinau Paulus Balapang dalam pertemuan bersama lembaga adat, Selasa (25/1) di Desa Pulau Sapi Kecamatan Mentarang, tegas mengecam pernyataan Edy Mulyadi. Paulus Balapang menilai permintaan maaf Edy Mulyadi   sangat tidak sesuai dengan budaya adat Dayak sebab hanya sekedar saja.

“Oleh karena itu Edy Mulyadi harus menyampaikan permintaan maaf sesuai adat budaya Kalimantan,” tegasnya dalam pertemuan yang dihadiri para tokoh dan pengurus adat tersebut.

Selain dikecam, Edy Mulyadi pun diharamkan menginjakan kaki di tanah Kalimantan selama 3 turunan.

Bacaan Lainnya

“Dan akan dilakukan ritual adat sumpah potong anjing. Semua, siapa pun boleh tinggal di Kalimantan, tetapi jangan sampai merendahkan dan menghina tanah leluhur dan budaya adat Dayak,” sambung Paulus Balapang.

Pernyataan serupa disampaikam pengurus-tokoh adat lainnya, Marten Sulaiman dan Frani Sinau. Keduanya menyesalkan pelecehan itu terjadi. Padahal, tegas Marten, orang Kalimantan tidak pernah menjelekan

Sementara terkait dengan pemindahan IKN, masyarakat adat mendukung. Sebab, iti adalah wacana yang telah lama.

Pasca pertemuan, lembaga adat, akan mengadakan ritual adat. Lembaga adat ini pun akan mengadakan pertemuan dengan  11 lembaga ada dan paguyuban lainnya yang ada di Malinau.

Pos terkait