KANALPUBLIK.COM, JAKARTA – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) mengecam keras hilangnya akun Instagram milik pengamat politik sekaligus Anggota Dewan Pakar JMSI, Hendri Satrio.
Organisasi perusahaan pers tersebut menilai peristiwa itu sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat yang tidak sejalan dengan semangat demokrasi.
Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, menyatakan keprihatinannya atas hilangnya akun Instagram @hendri.satrio yang selama ini digunakan Hendri untuk menyampaikan pandangan, analisis, dan kritik terhadap berbagai isu publik.
“Saya menyesalkan dan mengecam upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak yang sampai sejauh ini belum bisa teridentifikasi untuk membungkam saudara Hendri Satrio,” kata Teguh dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/6).
Menurut Teguh, hilangnya akun media sosial tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi. Ia menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pandangan dan pendapatnya.
Dalam ruang demokrasi yang partisipatif dan deliberatif, lanjutnya, keberagaman gagasan justru menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, perbedaan pandangan tidak seharusnya direspons dengan tindakan yang menghilangkan ruang ekspresi seseorang.
“Sangat disayangkan apabila ada pihak-pihak yang karena tidak setuju atau merasa tersinggung kemudian merampas hak seseorang untuk menyampaikan pandangannya,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut, Teguh menyampaikan dua tuntutan. Pertama, meminta pihak yang diduga bertanggung jawab atas hilangnya akun tersebut untuk segera mengembalikannya kepada pemilik yang sah.
“Kami meminta siapapun yang melakukan pembajakan atau pemberangusan akun Instagram saudara Hendri Satrio untuk segera mengembalikannya kepada pemiliknya,” tegasnya.
Kedua, ia mengajak seluruh masyarakat untuk semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan pandangan yang berkembang di ruang publik. Menurutnya, demokrasi membutuhkan ruang dialog yang sehat dan terbuka agar berbagai gagasan dapat tumbuh dan menjadi modal bagi kemajuan bangsa.
“Keberagaman pandangan merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus dijaga. Dari perbedaan itulah lahir berbagai solusi dan pemikiran yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan ke depan,” katanya.
Diketahui, akun Instagram Hendri Satrio dengan nama pengguna @hendri.satrio dilaporkan hilang sejak beberapa pekan terakhir. Hilangnya akun tersebut diduga terjadi setelah ia mengunggah konten yang berisi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab hilangnya akun tersebut maupun pihak yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.(Rw)
