Imbas TANJUNG SELOR, cokoliat.com – Sejumlah akses infrastruktur di beberapa daerah dianggap belum memadai dan diantaranya ada yang rawan longsor. Salah satunya daerah Krayan Kabupaten Nunukan terjadi longsor sehingga jalur penghubung antara Krayan Induk – Krayan Selatan terputus.
Anggota DPRD Kaltara Marli Kamis mengapresiasi Pemprov Kaltara yang berencana membuka jalur baru menggunakan rute yang berbeda.
Rencana pembangunan jalan baru ini disampaikan oleh pihak Dinas PUPR Perkim Kaltara, beberapa waktu lalu. Dengan opsi membuka jalan baru panjang 300-400 meter, membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 2 bulan.
“Beberapa daerah perbatasan di Nunukan dan Malinau masih sulit di jangkau lewat jalur udara. Tapi untuk akses darat juga masih belum memadai, dengan kondisi topografi di Kaltara yang berbeda dengan daerah lain,” kata dia.
Menurutnya, pembangunan jalan baru merupakan hal yang positif. Namun ia mendesak pemerintah membangun jalan darurat terlebih dahulu, sambil menunggu pembangunan jalan baru yang membutuhkan waktu lebih lama.
Pemerintah harus memikirkan opsi lain agar pembangunan jalan darurat bisa disegerakan. Apalagi imbas dari longsor yang terjadi itu, membuat warga tidak bisa mengakses jalan yang biasa dilalui.
“Rencana pemerintah membangun jalan baru bisa sampai berbulan-bulan. Tapi, kalau jalan darurat bisa cepat, itu paling penting. Pemerintah harus memberikan perhatian kepada daerah perbatasan, apalagi masyarakat disana sampai saat ini masih sabar, tidak panik dan tidak banyak menuntut,” ujarnya.
