MALINAU, cokoliat.com – Komisi I DPRD Malinau, rencananya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan semua pihak yang terkait kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Malinau.
RDP ini dijadwalkan setelah adanya aspirasi dari dari para tenaga pendidik dan guru agama di Kabupaten Malinau yang mempertanyakan, tidak adanya kuota dalam P3K tahun ini di Malinau.
“Kami akan mendengar pendapat, usulan maupun dukungan. Jadi, kami rencanakan RDP segera digelar. Tapi, kalau ternyata belum bisa (RDP) langsung, pilihannya bisa dengan rapat virtual,” ujar Ketua Komisi I DPRD Malinau, Dolvina Damus saat dikonfirmasi Kamis (15/7/2021).
Komisi I yang membidangi Pendidikan, kata Dolvina sudah mendengarkan secara langsung aspirasi yang disampaikan tenaga pendidik dan guru agama, terkait formasi guru Pendidikan Agama di Kabupaten Malinau pada penerimaan CPNS dan PPPK tahun 2021 yang kuoatanya tidak ada, pekan lalu.
“Menurut pembawa aspirasi, di Kabupaten lain P3K untuk formasi guru Agama, kuotanya ada. Tapi di Malinau tidak ada. Makanya, kami akan memanggil lembaga dan dinas terkait, untuk menjelaskan perihal kuota PPPK untuk formasi guru Agama yang tidak ada di Kabupaten Malinau,” katanya.
Dolvina pun sedikit menyayangkan dalam penerimaan ini, bidang yang penting seperti formasi Guru Agama tidak terakomodir sama sekali. Padahal, lanjut dia untuk di Provinsi lain masih bisa terakomodir, meskipun hanya untuk guru Agama Islam.
Ia menduga, tidak adanya formasi Guru Agama di Malinau dalam penerimaan CPNS dan P3K 2021 ini di Malinau, akibat dari mis komunikasi kewenangan di daerah. Menindaklanjuti hal itu, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Daerah dalam mencari solusi dalam semua tahapan penerimaan, utamanya berkaitan dengan bidang yang penting.
“Di Malinau formasi guru Agama baik Islam, Kristen, Hindu, Buddha semua belum terakomodir. Pendataan terhadap para tenaga di bidang-bidang yang penting juga perlu dilakukan kembali. Tapi, ya harus dengan evaluasi kinerja yang telah sesuai dengan kebutuhan daerah,” jelasnya.
Reporter : Gani
