COKOLIAT.COM, MALINAU – Dinas Pertanian Kabupaten Malinau menjalankan prosedur ketat dalam menyeleksi sapi kurban yang akan disalurkan ke pemerintah pusat tahun ini. Dari tiga ekor sapi yang diajukan sebagai Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL), hanya dua yang memenuhi syarat bobot 900 kilogram dan kesehatan berdasarkan hasil uji sampel darah.
Sekretaris Dinas Pertanian Malinau, Tinas, menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan sampel darah tiga sapi lokal ke laboratorium untuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh. “Hasil sementara, dua ekor memenuhi kriteria. Jika bobot kurang, kami kombinasikan dua ekor agar totalnya setara 900 kg,” ujarnya saat diwawancarai , Kamis (15/5).
Tinas menyebut, tahun sebelumnya Malinau mendapat jatah 900 kg daging kurban dari pusat. “Kami berharap kuota tahun ini terpenuhi lagi. Tapi keputusan akhir ada di pemerintah pusat,” tambahnya.
Seleksi ini bukan hanya tentang bobot, tetapi juga pencegahan penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan African Swine Fever (ASF) yang pernah merugikan peternak babi lokal. Dinas Pertanian melakukan pemeriksaan rutin ke kandang warga, termasuk pengambilan sampel darah untuk memastikan ternak bebas penyakit.
“Kami tidak ingin ada kasus PMK atau ASF terulang. Peternak sudah kami edukasi untuk menerapkan biosekuriti ketat, seperti sterilisasi kandang dan kontrol lalu lintas hewan,” tegas Tinas.
Ia mengakui, wabah ASF di masa lalu menjadi pelajaran berharga. “Dulu banyak peternak babi kolaps. Sekarang mereka lebih melek teknologi dan protokol kesehatan ternak,” ujarnya.
Meski antusiasme peternak tinggi, Tinas mengingatkan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan. “Jangan lengah. Manfaatkan informasi digital untuk update cara pencegahan penyakit,” imbaunya.
Salah satu peternak sapi di Desa Setulang, Andi Rahman (42), mengapresiasi pendampingan Dinas Pertanian. “Dulu kami tidak paham biosekuriti. Sekarang kandang lebih tertata, dan ternak diperiksa rutin,” katanya.
Dengan langkah ini, Dinas Pertanian Malinau berharap program kurban tidak hanya seremonial, tetapi juga mendorong ketahanan peternakan lokal. Hasil akhir seleksi CPCL akan diumumkan pusat dalam dua pekan mendatang. (*)
