MALINAU, cokoliat.com – Perguruan tinggi di Indonesia khususnya di wilayah perbatasan RI-Malaysia, Kabupaten Malinau dinilai harus memperkuat sumber daya manusia. Selain itu, kapasitas dosen dan mahasiswa juga harus ditingkatkan untuk menghadapi perkembangan dunia.
Hal itu disampaikan Bupati Malinau, Wempi W Mawa saat berkunjung ke Sekolah Tinggi Theologia Sehati (STTS) Malinau beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan ini, Bupati Wempi juga bertemu dengan Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, Prof. Dr.Thomas Pentury, M.Si,
Hasil komunikasi pihaknya dengan Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, Bupati Wempi mengatakan pihaknya diberi dukungan untuk perizinan penyelenggaraan jenjang Program Studi (Prodi) Sarjana Teologi di STSS Malinau.
“Secara khusus Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI mengatakan ke
pada pihak yayasan, dosen dan mahasiswa mendukung perijinan penyelenggaraan jenjang Prodi Teologi di STTS Malinau,” ucapnya, Jum’at (19/11/2021).
Tindak lanjut pertemuan, pihak Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI telah menandatangani dua dokumen berisi persetujuan penyelenggaraan Prodi Sarjana Teologi STTS Malinau, kemarin. Dokumen juga sudah diserahkan kepada pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau.
“Sebelumnya, usai mengunjungi STTS Malinau, Prof. Thomas Pentury sempat akan pergi tugas keluar negeri. Namun, sesuai komitmennya ia mengirimkan perwakilan untuk memberikan berkas persetujuan tersebut,” ungkapnya.
Selanjutnya, surat ini akan diteruskan kepada pihak yayasan STTS Malinau. Dengan diterimanya dokumen perizinan penyelenggaraan jenjang Prodi Sarjana Teologi, perjuangan panjang dalam perjalanan pembangunan STSS Malinau sudah memberikan hasil sangat baik untuk perkembangan Malinau.
“Ini juga dapat dikatakan sebagai kado Natal tahun ini bagi Sekolah Tinggi Theologia Sehati Kabupaten Malinau,” imbuhnya.(ag)
