Dimakamkan di Tenggarong, Awang Faroek Ishak Sosok Pemimpin Visioner dan Pekerja Keras

Suasana duka usai proses pemakan Gubernur Kaltim 2008-2018, Awang Faroek Ishak di Kuburan Muslimin Kelurahan Sukarame, Tenggarong, Senin (23/13/2024).

SAMARINDA, Cokoliat.com – Jenazah almarhum Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak akhirnya dikebumikan di Kuburan Muslimin Kelurahan Sukarame, Tenggarong, Senin (23/13/2024).

Kepergian pemimpin Kaltim periode 2008-2018 itu menjadi duka bagi Benua Etam. Salah satunya mantan Wakil Gubernur Kaltim periode 2008-2013, Farid Wadjdy.

“Pertama, saya ingin ucapkan belasungkawa, rasa duka cita yang mendalam karena telah kehilangan putra terbaik Kalimantan Timur,” kata Farid Wadjdy.

Mantan Kepala Kanwil Kementerian Agama Kaltim itu menyebut almarhum Awang Faroek Ishak sebagai sosok pemimpin visioner dan pekerja keras.

Bacaan Lainnya

“Beliau kaya gagasan dan gagasan beliau itu tidak pernah kering. Luar biasa visioner,” puji Farid Wadjdy.

Bukan hanya visioner, almarhum Awang Faroek Ishak kata Farid Wadjdy adalah pejuang dan pekerja keras. Menurutnya, jika pemimpin visioner tanpa pekerja keras, program pembangunan akan sulit diwujudkan.

Tapi Awang Faroek mampu membuktikan visi jangka panjang dengan manfaat besar yang benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat luas.

Program-program jangka panjang yang diperjuangkan almarhum Awang Faroek Ishak antara lain pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda, Bandara APT Pranoto, Jembatan Mahakam IV, Bandara Maratua, Beasiswa Kaltim Cemerlang dan masih banyak lagi lainnya.

Warisan penting dari perjuangan seorang Awang Faroek yang tak boleh juga dilupakan adalah menuliskan satu dari 7 mimpi rakyat Kalimantan Timur dalam mesin waktu, yakni Kalimantan Timur menjadi ibu kota negara.

Mimpi itu, saat ini sudah terwujud dengan penetapan ibu kota baru Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Beliau selalu minta telepon stanby 24 jam. Beliau mengajak kita berlari kencang. Alhamdulillah, sebagian besar mimpi beliau sudah terwujud,” ungkap Awang.

Mimpi besar lainnya ungkap Faridj Wadjdy agar Kaltim bisa berdiri sejajar dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia dan rakyat hidup lebih sejahtera. (*)

 

Pos terkait