KANALPUBLIK.COM, MALINAU — Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H. menghadiri Pentahbisan Pengurus Komisi Pelayanan serta Silaturahmi bersama Badan Pengurus Daerah (BPD), Badan Pengurus Cabang (BPK), Penasehat dan Majelis Kehormatan GKII Daerah Malinau Periode 2026–2031 di GKII Rhema Kuala Lapang, Kamis (20/8/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Wempi yang juga merupakan salah satu Penasehat GKII Daerah Malinau menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah terpilih. Ia menilai, kepengurusan baru merupakan kader-kader terbaik yang memiliki kapasitas dan pengalaman untuk melanjutkan pelayanan gereja selama lima tahun ke depan.
“Kami memiliki harapan besar di pundak Bapak Ketua bersama jajaran dan seluruh komisi pelayanan. Lima tahun ke depan akan menentukan apakah gereja kita semakin bertumbuh dan berdampak bagi masyarakat di Kabupaten Malinau,” ujar Wempi.
Ia mendorong jajaran pengurus GKII Daerah Malinau agar lebih proaktif memahami dan memanfaatkan berbagai program pemerintah, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten hingga desa.
Menurutnya, berbagai program seperti Desa Sarjana, pelatihan ekonomi hingga pemberdayaan UMKM merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan gereja untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan jemaat.
“Peluang-peluang ini jangan hanya dilewatkan. Gereja harus mengambil peran agar menjadi keuntungan dan manfaat bagi organisasi dan jemaat,” tegasnya.
Wempi juga menekankan pentingnya penguatan kemandirian ekonomi gereja. Menurutnya, organisasi yang kuat tidak hanya ditopang oleh kehidupan rohani, tetapi juga perlu memiliki fondasi finansial yang sehat.
Karena itu, gereja didorong untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki melalui kegiatan produktif, termasuk membuka PAUD atau TK maupun usaha lainnya. Dengan demikian, keberadaan gereja diharapkan tidak hanya dirasakan saat pelaksanaan ibadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain aspek ekonomi, Wempi meminta gereja memperkuat peran dalam pembinaan dan pendekatan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Ia mengingatkan agar pendekatan yang dilakukan tidak bersifat menghakimi, melainkan mengedepankan pembinaan dan pendekatan yang humanis.
“Jangan menghakimi. Mari lakukan strategi pendekatan agar mereka kembali pada keselamatan,” pesannya.
Lebih lanjut, Wempi berharap GKII Daerah Malinau dapat menjadi terang, inspirator sekaligus pemersatu di tengah masyarakat. Peran tersebut, menurutnya, tidak hanya ditujukan bagi internal gereja, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malinau.
Di tengah berbagai tantangan, termasuk persoalan kemiskinan dan masalah sosial, gereja diharapkan mampu hadir memberikan solusi, keteladanan serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Mengakhiri sambutannya, Wempi berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat bekerja sama, saling menguatkan dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Ia juga menegaskan komitmen para penasehat untuk terus memberikan masukan dan pertimbangan guna mendukung kemajuan pelayanan GKII Daerah Malinau selama periode kepengurusan 2026–2031.
