Bupati Syarwani Buka Seminar Kesehatan Mental, Soroti Bahaya Narkoba dan Isu Sosial di Kalangan Remaja

KANALPUBLIK.COM, BULUNGAN – Bupati Bulungan, Syarwani, secara resmi membuka Seminar Kesehatan Mental dan Isu Sosial yang digelar di Gedung Wanita, Jalan Serindit, Kamis (23/7). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, serta diikuti oleh para pelajar tingkat SMP dan SMA.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa anak merupakan aset berharga yang menjadi penentu masa depan pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan jasmani, rohani, dan mental sebagai kunci utama bagi para pelajar dalam meraih prestasi.

Bupati juga mengingatkan bahwa meskipun zaman terus berubah, terdapat nilai-nilai dasar yang harus dijunjung tinggi untuk meraih kesuksesan. Dua pesan moral utama yang disampaikan yakni pentingnya menghormati guru dan berbakti kepada orangtua.

Para pelajar diimbau untuk selalu patuh terhadap nasihat guru, baik di lingkungan sekolah maupun di luar pendidikan formal. Selain itu, menghormati orangtua disebut sebagai hal yang mutlak. Ia bahkan mengutip kisah legenda Malin Kundang sebagai pengingat bahwa kesuksesan tidak lepas dari doa dan peran orangtua.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Bupati memaparkan berbagai tantangan serius yang dihadapi generasi muda saat ini, di antaranya darurat peredaran narkoba, ancaman putus sekolah akibat pergaulan bebas, serta dampak negatif media sosial dan hoaks berbasis kecerdasan buatan (AI).

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2018, sekitar 80 persen kasus tindak pidana di Kabupaten Bulungan didominasi oleh kasus narkoba yang sebagian besar melibatkan generasi muda. Bahkan, terdapat kasus memprihatinkan di mana seorang pelajar tingkat SMP terlibat sebagai kurir narkoba.

Selain itu, fenomena pergeseran nilai sosial juga menyebabkan meningkatnya angka putus sekolah, khususnya di tingkat SLTA pada tahun 2025 akibat kehamilan di luar nikah.

Di era digital, Bupati juga mengingatkan pelajar untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mengimbau agar tidak terlalu larut dalam konsumsi konten hiburan seperti TikTok, drama Korea, maupun drama India, serta tidak mudah mempercayai informasi dari teknologi Artificial Intelligence yang berpotensi menyebarkan hoaks.

Untuk memotivasi para pelajar, Bupati mengangkat kisah inspiratif Lamine Yamal yang berhasil meraih prestasi gemilang di usia muda dengan menjuarai Piala Dunia 2026. Ia menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap para peserta seminar dapat menjadi agen perubahan dan influencer positif di lingkungan masing-masing, serta mampu menjaga kesehatan mental teman sebaya.

“Semoga 10 hingga 15 tahun ke depan, anak-anak yang hadir hari ini dapat menjadi pemimpin daerah, mulai dari Kepala Dinas, Bupati hingga Gubernur,” harapnya.

Pos terkait