Bimtek BUMDes se-Kaltara 2026 Digelar di Malinau, Dorong Pengelolaan Usaha Desa Berkelanjutan

Peserta Bimtek BUMDes se-Kalimantan Utara berfoto bersama usai pembukaan kegiatan di Café Sapu Jagad, Desa Wisata Pulau Sapi, Malinau, Selasa (27/1/2026).

KANALPUBLIK.COM, MALINAU – Bimbingan Teknis (Bimtek) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 dengan tema “Pengelolaan dan Pengembangan BUM Desa yang Berkelanjutan” digelar di Café Sapu Jagad, Desa Wisata Pulau Sapi, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Utara, H. Edy Suharto, S.Sos., M.T., dan diikuti oleh perwakilan pengelola BUMDes dari kabupaten/kota se-Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Edy Suharto menyampaikan bahwa bimtek tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Utara yang berlangsung pada 27–30 Januari 2026.

Ia menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pengelola BUMDes agar mampu mengelola usaha desa secara profesional dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Momentum ini kami harapkan dapat melahirkan BUMDes yang maju dan mampu dikenal di tingkat nasional. Bukan hanya satu atau dua, tetapi semakin banyak BUMDes dari Kalimantan Utara yang berprestasi,” ujarnya.

Edy juga mencontohkan keberhasilan sejumlah BUMDes di tingkat nasional, salah satunya BUMDes Ponggok di Jawa Tengah yang berhasil mengelola potensi sumber mata air menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di sekitarnya.

Menurutnya, konsep serupa dapat diterapkan di desa-desa Kalimantan Utara dengan menyesuaikan potensi lokal masing-masing wilayah.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa BUMDes merupakan instrumen utama dalam penguatan ekonomi desa yang telah lama digaungkan oleh Kementerian Desa, sehingga perlu terus diperkuat di tengah hadirnya berbagai program ekonomi desa lainnya.

“Pembangunan desa tidak cukup hanya bertumpu pada anggaran. Harus ditopang oleh kelembagaan ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan. BUMDes harus menjadi lokomotif ekonomi desa,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas DPMD Malinau, Henok Markus, menyampaikan bahwa melalui bimtek ini diharapkan terjadi perubahan cara pandang dan cara kerja para pengelola BUMDes, dari sekadar menjalankan usaha menjadi mengelola bisnis desa secara profesional.

Ia menambahkan, komitmen pemerintah tersebut harus diimbangi dengan integritas, keseriusan, dan inovasi para pengelola BUMDes agar mampu menggerakkan potensi lokal, memperkuat ketahanan masyarakat perbatasan, serta memastikan pembangunan desa berjalan seiring dengan prinsip konservasi dan keberlanjutan.

Kegiatan bimtek ini diisi dengan pemaparan materi dari para narasumber berpengalaman serta diskusi interaktif, dan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bukti keikutsertaan.(*)

Pos terkait