Anyaman Rotan hingga Bubuk Jahe: Potensi Sungai Tubu Tampil di IRAU 2025

COKOLIAT.COM , MALINAU – Warga Kecamatan Sungai Tubu, Kabupaten Malinau, tengah menyiapkan beragam  hasil alam dan kerajinan tangan untuk meriahkan Festival IRAU ke-11 yang digelar pada awal Oktober 2025.

Kehadiran Masyarakat  membawa pesan bahwa kearifan lokal dan tradisi Dayak tetap hidup meskipun berada di wilayah pedalaman.

Pemerintah Kecamatan Sungai Tubu mendorong masyarakat di lima desa agar memanfaatkan potensi alam sebagai produk unggulan festival irau.

“Kami ingin pengunjung mengenalkan identitas dan budaya kami melalui kerajinan dan hasil hutan yang ramah lingkungan,” kata Camat Sungai Tubu, Jimmy Sakay, Jumat (9/25).

Bacaan Lainnya

Produk yang akan ditampilkan meliputi anyaman rotan, tampi bambu, saung berbahan daun hutan, hingga bubuk jahe, kunyit, dan cabai hasil perkebunan lokal.

Sebagian besar masyarakat Sungai Tubu memang baru mengenal pertanian sejak awal 2000-an, namun kreativitas mereka berkembang pesat. Meski tiga desa masih menghadapi keterbatasan akses transportasi, semangat warga tidak surut. Festival IRAU mereka nilai sebagai kesempatan langka untuk memperkenalkan budaya sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga.

Festival IRAU bukan sekadar ajang pameran produk, melainkan panggung bagi masyarakat Sungai Tubu untuk menunjukkan jati diri.

“Kami ingin orang tahu, Sungai Tubu punya warisan budaya yang kuat,” pungkas Jimmy. (*)

Pos terkait