KANALPUBLIK.COM, MALINAU — Pemerintah Kabupaten Malinau terus mendorong pengembangan produk lokal sekaligus pelestarian budaya daerah melalui penguatan keterampilan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan membatik yang digelar Tim Penggerak (TP) PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malinau.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut secara resmi ditutup oleh Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., di Rumah Batik, Kecamatan Malinau Kota, Senin (24/8/2026) pagi.
Dalam sambutannya, Wempi mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya yang mengembangkan produk berbasis potensi lokal dan kearifan budaya daerah.
Menurutnya, membatik tidak hanya menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan saya, masyarakat Malinau bangga menggunakan produk batik yang dibuat sendiri oleh anak-anak muda serta tenaga lokal kita,” ujar Wempi.
Ia juga mendorong para pembatik di Malinau untuk terus melakukan inovasi, terutama dalam menciptakan motif yang mampu merepresentasikan keberagaman etnis dan kekayaan budaya yang ada di Kabupaten Malinau.
Selain memiliki identitas daerah yang kuat, produk batik Malinau diharapkan mampu memenuhi standar kualitas sehingga dapat berkembang dan bersaing dengan produk batik dari daerah lain.
Wempi bahkan berharap penggunaan batik produksi lokal dapat diperluas, termasuk di kalangan pelajar di Kabupaten Malinau. Dengan demikian, batik khas Malinau tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat dan kebanggaan daerah.
“Sekaligus mendorong para pembatik kita untuk terus berinovasi dengan menciptakan motif yang memiliki identitas khas etnis yang ada di Malinau, serta tentunya memiliki standar kualitas yang mampu bersaing,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Malinau berharap pelatihan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem batik lokal yang berkelanjutan. Pengembangan keterampilan, inovasi motif, hingga peningkatan kualitas produk dinilai penting untuk membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi UMKM berbasis budaya.
Dengan dukungan pemerintah, TP PKK, Dekranasda, serta keterlibatan generasi muda, batik khas Malinau diharapkan mampu tumbuh menjadi salah satu produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya Kabupaten Malinau.






































