KANALPUBLIK.COM, JAKARTA — Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. menghadiri resepsi Hari Kebangsaan Malaysia dan Hari Malaysia Tahun 2026 yang digelar Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Selasa (15/9) malam.
Kehadiran Gubernur Zainal dalam agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi serta hubungan kerja sama Indonesia-Malaysia, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki kedekatan geografis dan hubungan masyarakat lintas negara.
Resepsi digelar di Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta, Rajawali Place. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan dan undangan dari berbagai pihak dalam rangka memperingati Hari Kebangsaan Malaysia dan Hari Malaysia.
Agenda itu turut dihadiri Charge d’Affaires a.i. Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Mr. Farzamie Sarkawi, bersama Permanent Representative of Malaysia to ASEAN, H.E. Ambassador Datin Sarah Al Bakri Devadason.
Hari Malaysia diperingati setiap 16 September untuk mengenang pembentukan Persekutuan Malaysia pada 1963. Pembentukan tersebut melibatkan Tanah Melayu, Borneo Utara yang kini dikenal sebagai Sabah, Sarawak, dan Singapura. Singapura kemudian keluar dari Persekutuan Malaysia pada 1965.
Gubernur Zainal mengatakan posisi Kaltara yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat hubungan kedua wilayah memiliki arti strategis, terutama dalam pengembangan kerja sama di kawasan perbatasan.
Menurutnya, kedekatan geografis juga diikuti oleh interaksi masyarakat yang telah berlangsung lama di kawasan perbatasan.
“Kaltara memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Malaysia, baik secara geografis maupun dari interaksi masyarakat di perbatasan. Karena itu, hubungan baik dan komunikasi yang sudah terbangun harus terus kita jaga,” kata Zainal.
Ia menambahkan, hubungan Indonesia dan Malaysia dapat terus dikembangkan melalui kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di kawasan perbatasan.
Zainal berharap hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia semakin berkembang, termasuk dalam mendorong berbagai peluang kerja sama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat di wilayah perbatasan.
“Harapannya, hubungan baik Indonesia dan Malaysia terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Kehadiran Gubernur Kaltara dalam resepsi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dengan perwakilan Pemerintah Malaysia serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan hubungan kedua negara.
Bagi Kaltara, hubungan dengan Malaysia memiliki keterkaitan langsung dengan dinamika kawasan perbatasan. Karena itu, komunikasi dan kerja sama lintas negara menjadi






































