Gubernur Kaltara Dorong Budaya Lokal dan Ekonomi Kreatif di Nunukan

Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H.., M.Hum. membuka Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan di Lapangan Terbuka Publik Paras Perbatasan, Jumat (2/10/2026).

KANALPUBLIK.COM, NUNUKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mendorong penguatan pelestarian budaya lokal sekaligus pengembangan kreativitas masyarakat di Kabupaten Nunukan.

Dorongan tersebut disampaikan saat membuka Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan di Lapangan Terbuka Publik Paras Perbatasan, Jumat (2/10/2026).

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Kaltara. Festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan potensi budaya dan kreativitas sekaligus memperkuat identitas daerah di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Dalam sambutannya, Zainal menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan yang dinilai konsisten menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk berkarya dan melestarikan kebudayaan.

“Saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-27 untuk Kabupaten Nunukan. Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan yang secara konsisten terus menghadirkan panggung kreativitas dan kebudayaan yang luar biasa ini bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Zainal, momentum HUT ke-27 dengan tema “Kreatif Berkarya, Nunukan Maju” harus menjadi dorongan bagi masyarakat untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Ia menekankan, posisi Nunukan sebagai wilayah terdepan Indonesia membuat pelestarian budaya memiliki arti penting. Budaya lokal, kata dia, tidak hanya menjadi bagian dari warisan daerah, tetapi juga menjadi identitas masyarakat di tengah derasnya arus globalisasi.

“Kebudayaan bukanlah sekadar tontonan atau hiburan masa lampau. Kebudayaan adalah benteng pertahanan moral dan identitas bangsa kita,” tegas Zainal.

Karena itu, ia meminta agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengenal, mencintai, dan melestarikan kebudayaan daerah.

Zainal juga menyoroti potensi ekonomi yang dapat tumbuh dari kegiatan kebudayaan dan festival. Menurutnya, geliat kegiatan tersebut dapat membuka ruang bagi pelaku UMKM, pedagang, pengrajin, serta industri kreatif untuk memperluas pasar.

Ia meminta agar pengembangan kreativitas masyarakat tidak berhenti setelah festival berakhir.

“Oleh karena itu, saya berharap kreativitas ini tidak berhenti saat festival usai. Terus lakukan pendampingan, buka akses permodalan yang lebih luas, dan bantu perluasan pasar bagi produk-produk UMKM kita,” ungkapnya.

Zainal menegaskan Pemerintah Provinsi Kaltara akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam mendorong pembangunan daerah, termasuk melalui penguatan kebudayaan dan ekonomi kreatif.

“Pemerintah Provinsi Kaltara akan terus hadir dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk mewujudkan Benuanta yang maju, makmur, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya lokal, memperluas ruang kreativitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Nunukan.

Pos terkait