Foto/HO/Kades Paking, Karbeyanto Padan: Bantuan untuk korban banjir Desa Paking Kecamatan Mentarang
MALINAU, Cokoliat.com – Pemerintah Kabupaten Malinau dalam bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Mentarang pada 16 Mei 2021 lalu telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga.
Bantuan tersebut kemudian diberikan kepada perangkat Desa yang terdampak banjir, yang kemudian akan diberikan langsung untuk warga.

Foto/HO/Kades Paking, Karbeyanto Padan: Pembagian bantuan korban banjir Desa Aking Kecamatan Mentarang
Kepala Desa Paking, Karbeyanto Padan mengatakan, saat ini pihaknya telah menyiapkan semua sembako dalam bentuk paket, yang telah diterima oleh Desa dari Pemerintah Daerah.
Ia menyebutkan, pihaknya juga telah mendistribusikan paket bantuan tersebut kepada masyarakat pada Rabu (19/5) hingga hari ini.
“Bantuan telah didistribusikan kepada warga RT 1, 2 dan 3 di Desa Paking yang terdampak banjir,” ujarnya, melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (22/5/2021).
Sejumlah warga di Desa Paking yang menerima bantuan ialah sebanyak 104 KK, dan telah didistribusikan untuk warga di Posko siaga bencana.
Karbeyanto menambahkan, saat ini terkait kerusakan rumah warga baik yang parah maupun hanyut masih diinventarisir oleh pihaknya.
“Ada beberapa warga desa di RT 3 rumahnya juga telah diperbaiki dan dipindahkan ketempat yang aman,” tuturnya.
Kades Paking tersebut juga sedikit menceritakan terkait situasi pada banjir Minggu lalu.
“Semua warga di Desa kami ikut terdampak banjir pada Minggu lalu, dan semua fasilitas dan alat-alat rumah tangga banyak yang tidak bisa juga diselamatkan,” tuturnya.
Diketahui, salah satu rumah warga RT 3 di Desa Paking juga alami rusak total akibat terjangan banjir, dan tidak bisa ditempati. Saat ini, warga tersebut masih diungsikan ke rumah Ketua RT setempat.
Dalam hal ini, pihak dari Desa Paking telah melaporkan kerusakan dan kerugian warga yang terdampak kepada Pemerintah Kabupaten Malinau.
“Kita juga masih menunggu Pemerintah Daerah terkait bantuan perbaikan rumah warga yang terdampak di Desa-desa,” ujarnya. (ag)




































