COKOLIAT.COM, MALINAU – Festival Budaya IRAU ke-11 tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga membawa dampak ekonomi signifikan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Malinau.
Sejumlah pelaku usaha mengaku omzet melonjak tajam, sementara pemerintah daerah memastikan UMKM mendapat ruang strategis dalam event besar tersebut.
Siti Amirah, pelaku UMKM kuliner dari Pro Sehat yang sudah enam tahun berjualan, menyebut event IRAU menjadi momentum berharga. Omzet dagangannya naik berkali lipat dibandingkan hari biasa.
“Kalau hari biasa hanya mengandalkan Sabtu–Minggu hasilnya sedikit. Tapi kalau ada kegiatan besar seperti IRAU, omzet bisa naik sampai lima kali lipat. Orang berkumpul pasti butuh makan, dan inilah kesempatan kami mencari rezeki,” kata Siti, Jumat (3/10).
Menurutnya, keramaian festival menarik pengunjung dari berbagai kecamatan hingga luar Malinau, sehingga roda ekonomi mikro ikut berputar. Ia menegaskan setiap UMKM yang terlibat selalu diawasi ketat, baik dari segi kebersihan maupun kualitas produk.
“Kami tidak boleh pakai bahan berbahaya. Jadi bukan sekadar jualan, tapi juga menjaga mutu makanan agar aman dikonsumsi,” jelasnya.
Senada dengan itu, Yulianto, pelaku UMKM yang baru memulai usaha pada kegiatan IRAU, menilai event budaya ini membuktikan UMKM bisa tumbuh bersama kegiatan besar.
“Festival budaya ini ibarat etalase besar. Ribuan orang datang, dan semua itu peluang pasar. Kalau biasanya UMKM hanya berjualan di pasar lokal, saat IRAU produk mereka bisa dikenal lebih luas, bahkan berpotensi dipasarkan keluar daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan UMKM memberi efek ganda bagi ekonomi lokal. Hampir seluruh bahan baku didatangkan dari pasar Malinau sehingga pemasok sayur, daging, hingga rempah ikut merasakan manfaat.
Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, Festival Budaya IRAU ke-11 diyakini tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga momentum strategis memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.
“Kami berharap event besar seperti ini lebih sering diadakan, karena UMKM bukan sekadar pelengkap, tapi bagian penting dari denyut ekonomi daerah,” pungkasnya. (Tk12)




































