COKOLIAT.COM, TANJUNG SELOR – Deru mesin dan sorak penonton di tepian Sungai Kayan menandai berakhirnya lomba “Fastest on Kayan River”, salah satu agenda utama Benuanta Fest 2K25 yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Provinsi Kalimantan Utara.
Acara yang ditutup pada Senin sore (3/11/2025) oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekprov) Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si., itu bukan sekadar ajang adu cepat antar perahu, tetapi juga simbol hidupnya kembali tradisi sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kalimantan Utara.
Mewakili Gubernur Kaltara, Bustan menilai antusiasme masyarakat yang memadati tepian sungai membuktikan bahwa Sungai Kayan bukan hanya jalur transportasi, tetapi juga ruang sosial dan ekonomi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Perlombaan ini bukan sekadar hiburan. Tradisi sungai seperti ini adalah kekayaan budaya kita. Dengan dukungan yang tepat, Fastest on Kayan River bisa dikembangkan menjadi event skala regional bahkan nasional,” ujar Bustan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Sepanjang gelaran lomba, aktivitas perdagangan meningkat, terutama di sektor UMKM, kuliner lokal, dan jasa transportasi.
Bustan menyebut bahwa pola partisipasi masyarakat seperti ini menunjukkan kesiapan Kaltara untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
“Festival seperti ini membuka keran ekonomi masyarakat. Banyak pedagang kecil, pengrajin, hingga pelaku UMKM yang ikut merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Selain itu, Bustan menegaskan bahwa Fastest on Kayan River bukan hanya ajang olahraga tradisional, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan identitas masyarakat sungai yang sudah mengakar sejak lama.
“Sungai adalah bagian dari peradaban kita. Dengan melestarikan tradisi seperti balap perahu, kita sedang menjaga warisan yang membentuk karakter masyarakat Kaltara,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang ikut berlaga dengan semangat sportivitas tinggi. Baginya, menang atau kalah bukanlah tujuan utama, tetapi bagaimana lomba ini menjadi ruang pembelajaran dan kebanggaan bersama.
“Kemenangan sejati adalah ketika semangat kebersamaan tetap hidup. Terus berlatih dan berpartisipasi, karena siapa pun bisa menjadi yang tercepat di waktu berikutnya,” pesannya.
Ajang Fastest on Kayan River 2K25 diikuti oleh ratusan peserta, sebagian besar dari Kabupaten Bulungan, serta perwakilan dari Malinau dan Berau, Kalimantan Timur.
Dengan kemeriahan yang terjadi tahun ini, banyak pihak menilai lomba ini layak dijadikan agenda tahunan yang mampu memperkuat posisi Sungai Kayan sebagai ikon wisata baru Kaltara, sekaligus memperkenalkan potensi budaya sungai kepada dunia luar.(dkisp).
