Tokoh Adat Sabah Kagumi Harmoni Etnis di Malinau, Datuk Pangeran Lalong : IRAU Jadi Contoh Bagi Kami di Malaysia

COKOLIAT.COM, MALINAU – Festival Budaya IRAU ke-11 Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, kembali menjadi ajang pertemuan lintas budaya yang menginspirasi.

Kehadiran Presiden Lundayeh Sabah, Malaysia, Datuk Pangeran Lalong, menjadi sorotan dalam gelaran tahun ini.

Ia turut menyaksikan langsung prosesi sakral Ngikit Fadan Liu’ Burung Ame Ku Radcha Bawang Idi Nued Tana, salah satu ritual adat Lundayeh yang sarat makna spiritual dan tradisi leluhur.

Datuk Pangeran Lalong mengaku terkesan dengan suasana kebersamaan dan keberagaman etnis yang hidup harmonis di Kabupaten Malinau.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, IRAU tidak hanya menampilkan keindahan budaya, tetapi juga mencerminkan nilai persatuan yang kuat di tengah masyarakat multietnis.

“Pahaman saya, bagi etnik yang pelbagai itu harus datang ke Malinau. Kerana di negeri-negeri lain, kalau kami di Sabah, tidak ada perayaan seperti ini,” ujar Datuk Pangeran Lalong penuh kagum.

Ia menilai, berbeda dengan banyak wilayah di luar negeri yang perayaannya digelar oleh pemerintah, Festival IRAU di Malinau justru tumbuh dari semangat gotong royong semua etnis.

Hal ini, katanya, menjadi contoh ideal bagi upaya memperkuat kohesi sosial di Sabah dan kawasan perbatasan Borneo.

“Adapun perayaan itu biasanya dikendalikan oleh pemerintah. Tetapi di Malinau, perayaannya dikendalikan oleh semua etnik. Ini contoh terbaik dalam menumbuhkan keharmonian di kalangan masyarakat yang berbeza,” lanjutnya.

Tokoh adat asal Sabah itu menegaskan, Malinau telah menjadi model nyata kehidupan multikultural yang damai.

“Banyak suku di Malinau bisa hidup rukun dan saling menghormati. Hal ini memberi kami inspirasi untuk terus memupuk kebersamaan di antara etnis-etnis di Sabah,” tuturnya.

Lebih jauh, Datuk Pangeran Lalong menyebut Festival IRAU bukan sekadar ajang hiburan atau pertunjukan budaya, melainkan ruang pemersatu lintas batas negara yang memperkuat ikatan sosial masyarakat Borneo.

“Festival ini mampu mengumpulkan beragam budaya dari berbagai etnis. Ini memperkuat keharmonisan sesama masyarakat,” tegasnya.

Kehadiran pemimpin budaya dari Sabah ini menjadi bukti bahwa Festival Budaya IRAU ke-11 Malinau telah berkembang menjadi magnet peradaban dan diplomasi budaya antardaerah bahkan antarnegara.

Dari Bumi Intimung, pesan tentang persaudaraan, keberagaman, dan harmoni lintas batas menggema hingga seberang negeri.

Pos terkait