KANALPUBLIK.COM, MALINAU – Rombongan kafilah dari Kabupaten Nunukan, Kota Tarakan, dan Kabupaten Bulungan tiba di Kabupaten Malinau pada Minggu (28/6/2026) untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara.
Kedatangan para kafilah disambut secara adat oleh Ketua LPTQ Malinau, Drs. H. Kamran Daik, M.Si., melalui prosesi pengalungan kalung manik serta pemasangan slempang batik khas Malinau sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan resmi.
Masing-masing daerah datang dengan target dan strategi berbeda dalam menghadapi ajang tahunan tersebut. Kabupaten Bulungan mengirimkan kontingen terbesar dengan total 102 personel, termasuk 55 peserta. Mereka menargetkan untuk mempertahankan gelar juara umum dengan mengandalkan kekuatan yang merata di seluruh cabang lomba, didukung regenerasi kader yang dinilai berjalan baik.

Sementara itu, Kabupaten Nunukan membawa 87 orang yang terdiri dari 53 peserta. Mereka menargetkan minimal mempertahankan posisi kedua, namun tetap membuka peluang untuk merebut gelar juara umum. Strategi yang diterapkan pun cukup unik, dengan merahasiakan cabang unggulan guna menjaga kejutan hingga pelaksanaan lomba.
Adapun Kota Tarakan yang menjadi kafilah pertama tiba, mengirimkan 72 orang dengan 51 peserta. Tarakan mengandalkan sejumlah cabang unggulan seperti kaligrafi, qira’at, Fahmil Al-Qur’an, dan Syarhil Al-Qur’an. Persiapan yang matang melalui training center menjadi modal utama mereka untuk bersaing.
Kehadiran ketiga kafilah tersebut semakin memeriahkan pelaksanaan MTQ tingkat provinsi yang diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara.
Di sisi lain, Kabupaten Tana Tidung menjadi satu-satunya daerah yang belum tiba di lokasi. Panitia telah mengonfirmasi bahwa kafilah Tana Tidung dijadwalkan tiba di Malinau pada malam hari melalui jalur darat.
Dengan segera lengkapnya seluruh peserta, pelaksanaan MTQ X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Malinau dipastikan berlangsung semarak dan kompetitif.




































