Slank Akhiri Petualangan di Malinau, Terpesona Budaya dan Pesona Alam Bumi Intimung

COKOLIAT.COM, MALINAU – Petualangan grup band legendaris Slank di Kabupaten Malinau resmi berakhir, Rabu (8/10/2025).

Setelah empat hari menikmati suasana Bumi Intimung, Bimbim dan kawan-kawan bertolak meninggalkan Malinau usai menampilkan dua aksi panggung spektakuler pada pembukaan Festival Budaya IRAU ke-11 dan HUT ke-26 Kabupaten Malinau, Selasa (7/10/2025).

Slank tampil dua kali dalam satu hari, masing-masing pada sesi seremonial pembukaan dengan membawakan tiga lagu andalan, dan malam harinya menggebrak Panggung Budaya Padan Liu’ Burung di hadapan ribuan penonton yang memadati arena.

Selama berada di Malinau sejak Minggu (5/10/2025), band yang telah berkarier lebih dari tiga dekade ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menikmati keindahan alam dan budaya lokal.

Bacaan Lainnya

“Kemarin kita sudah keliling sungai, makan di pinggir sungai, kita happy,” ujar Bimbim, drummer sekaligus pendiri Slank.

“Kita sampai ke Pulau Sapi,” tambah Ridho, sang gitaris, antusias.

Tak hanya pesona alam, keramahan masyarakat dan kekayaan kuliner lokal juga meninggalkan kesan mendalam bagi para personel.

“Makanan sih, sama cewek Dayak cantik-cantik,” ujar Bimbim sambil berkelakar saat ditanya wartawan tentang kesannya selama di Malinau.

Sementara itu, Abdee, gitaris Slank lainnya, justru menyoroti geliat pelaku usaha lokal yang menurutnya menarik dan penuh potensi.

“Yang menarik juga ragam UMKM-nya sih, segala macam,” ucapnya.

Bagi Slank, kunjungan ke Malinau bukan sekadar tampil di panggung, melainkan juga petualangan budaya yang memperkaya pengalaman bermusik mereka.

“Oh iya dong, insyaallah. Kan udah minum air Malinau, katanya bakal bikin balik lagi ke Malinau,” kata Ridho, menutup dengan candaan yang disambut tawa.

Kehadiran Slank di Festival IRAU ke-11 meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat dan menjadi bukti bahwa Malinau tidak hanya kaya budaya, tetapi juga mampu menarik perhatian para seniman nasional untuk datang, menikmati, dan jatuh cinta pada pesona Bumi Intimung.

Pos terkait