TARAKAN, cokoliat.com–Bisnis ilegal Briptu HSB diduga kuat akan menyeret sejumlah “orang besar” yang memiliki jabatan atau kekuasaan pada level tertentu. Tim Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Kaltara telah memiliki titik terang untuk membongkar sekutu HSB melalui buku catatan aliran dana. Lantas siapa orang-orang besar di balik HSB?
Polisi perlu waktu dan tambahan kerja sebab HSB menggunakan kode dalam transaksinya. Karena soal kode itulah tim belum bisa memastikan siapa pihak-pihak tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Kaltara AKBP Hendy Febriyanto Kurniawan mengatakan, pihaknya akan melakukan verifikasi berdasarkan data yang ada. Jika ada pejabat terbukti menerima aliran dana dari HSB yang diduga merupakan hasil bisnis ilegal, akan diproses dalam perkara yang menjerat HSB. Termasuk satu unit rumah yang turut disita dan diduga akan diberikan kepada salah satu pejabat.
“Bentuknya catatan data aliran transaksi. Kami akan lakukan klarifikasi, aliran tersebut kaitannya apa dan orangnya siapa, kemudian didalami. Kalau memang hubungannya terkait kewenangan atau jabatannya, berarti ada pidana baru,” tegas AKBP Hendy Febriyanto Kurniawan.
Sementara melacak aliran dana, ungkap AKBP Rendy Febriyanto Kurniawan, pihaknya juga berupaya untuk menyelamatkan barang bukti, terlebih lagi belum lama ini ada upaya dari pekerja HSB yang hendak menghilangkan barang bukti.
Dalam proses pencarian sianida yang sebelumnya diketahui dari bukti video juga ternyata tidak ditemukan di gudang HSB yang berada di Kelurahan Mamburungan. Ia menduga, sianida sudah dipindahkan saat HSB diamankan.
“Kami fokuskan selamatkan barang bukti untuk memudahkan pembuktian nantinya. Sampai saat ini ada sekitar 130-an barang bukti dan mungkin bertambah. Tapi, kami bersyukur masyarakat banyak memberikan informasi, terkait HSB. Kalau informasi ada 20 speedboat milik HSB akan kami dalami juga,” papar Hendy.

































