Satu Tahun Pencapaian Kinerja Kepemimpinan Bupati Wempi dan Wabup Jakaria

Wujudkan Visi Misi Program Kerja Menuju Masyarakat Malinau Sejahtera

MALINAU, cokoliat.com – Mengemban amanat rakyat, selama satu tahun memimpin Malinau bersama-sama dengan rakyat, Wempi – Jakaria berusaha sekuat tenaga mewujudkan visi-misi dan program kerjanya menuju masyarakat yang sejahtera.

 

Mengukir sejarah pembangunan di Kabupaten Malinau, dalam pemeliharaan kualitas pelayanan dasar untuk karakteristik masyarakat di pedalaman-perbatasan. Di masa kepemimpinan Bupati Wempi dan Wakil Bupati Jakaria yang kini memasuki usia satu tahun, tentu bukanlah hal yang mudah. Terlebih belum juga ada tanda-tanda pandemi Covid-19 akan berakhir.

Bacaan Lainnya

 

Hal tersebut diungkapkan Bupati Wempi saat menyampaikan sambutan Satu Tahun Kepemimpinan Wempi-Jakaria di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau, Selasa (26/4/2022).

 

Dalam kegiatan tersebut turut hadir dua mantan Bupati Malinau periode sebelumnya, yakni Dr.Drs. Marthin Billa, MM yang saat ini menjabat sebagai anggota DPD RI dan Dr. Yansen TP.,M.Si yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Kaltara.

 

Acara yang dikemas secara meriah ini pun turut mengundang kepala daerah di Kaltara. Diantaranya yang sempat hadir ialah Wakil Walikota Tarakan, Effendi Djuprianto dan Wakil Bupati KTT, Hendrik serta anggota DPD RI, Fernando Sinaga.

 

 

Pada tahun pertama kepemimpinannya, Bupati Wempi dan Wabup Jakaria berupaya memperkokoh pondasi-pondasi pembangunan terutama mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

 

Bekerja dalam situasi Extra Ordinary ini, bagi Wempi-Jakaria justru memicu semangat untuk bekerja dengan konsep kerja fokus, kerja lurus dan kerja tulus.

 

Ini melalui empat rangkaian misi membangun masyarakat, yaitu mewujudkan Sumber Daya Manusia yang unggul.

 

Mewujudkan pembangunan ekonomi yang berbasis pada potensi daerah, karakteristik dan kearifan lokal dan mewujudkan infrastruktur yang berkeadilan serta berkelanjutan.

 

Lalu, mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

 

Dalam kesempatan itu, Bupati Wempi juga menyampaikan beragam pencapaian yang diraih Kabupaten Malinau dalam program-program prioritas yang dijalankan selama satu tahun secara daerah dan nasional, termasuk pembangunan masif pada pemeliharaan jalan tani serta program unggulan Milenial Mandiri.

 

Ia pun menyebutkan, menjadi tantangan tersendiri untuk melaksanakan pembangunan dengan wilayah dan geografis yang cukup luas di Provinsi Kalimantan Utara.

 

“Terlebih dengan adanya keterbatasan sarana-prasarana, infrastruktur, akses transportasi dan komunikasi, utamanya di wilayah pedalaman-perbatasan. Dimana dengan adanya tantangan tersebut, semoga seluruh rangkaian pembangunan daerah diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ucapnya.

 

Sehingga saat ini, tambahnya, kondisi makro sosial dan ekonomi masyarakat dapat dinilai melalui beberapa indikator.

 

Pertama, pertumbuhan ekonomi di Malinau mengalami peningkatan, yakni pada tahun 2020 sebesar -0,62% dan meningkat menjadi 4,70 di tahun 2021.

 

“Pada Provinsi Kaltara, Kabupaten Malinau telah memberikan kontribusi sebesar 11,37% dengan tingkat pertumbuhan sebesar 8,79%,” ungkapnya.

 

Kedua, tingkat pengangguran terbuka di Malinau mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yaitu 5,08% di tahun 2020 menjadi 4,14% di tahun 2021.

 

“Tingkat pengangguran terbuka di Malinau sedikit lebih baik dibandingkan dengan Provinsi Kaltara sebesar 4,58% dan tingkat pengangguran terbuka Nasional di tahun 2021 sebesar 6,49%,” jelasnya.

 

Ketiga, capaian indeks pembangunan manusia (IPM) mengalami peningkatan yaitu sebesar 71,94% di tahun 2020 dan meningkat menjadi 72,32% di tahun 2021.

 

“IPM di Malinau merupakan peringkat kedua dari 5 Kabupaten/Kota di Kaltara. Serta yang cukup membanggakan ialah IPM Malinau lebih tinggi dari Provinsi Kaltara maupun secara Nasional,” imbuhnya.

 

Keempat, angka kemiskinan di Malinau mengalami perubahan dimana di tahun 2020 sebesar 6,63% dan di tahun 2021 meningkat menjadi 7,30%.

 

“Sedikit lebih baik dari angka kemiskinan di Provinsi Kaltara yakni sebesar 7,36% dan masih lebih baik dari angka kemiskinan di tingkat Nasional sebesar 9,71%,” katanya.

 

Bupati Wempi mengungkapkan, merujuk pada catatan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Pandemi Covid-19 menjadi penyebab berbagai kemunduran berbagai pencapaian pengentasan kemiskinan di daerah dan Nasional.

 

Ia pun tidak lupa menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara, jajaran Pemerintah serta seluruh komponen masyarakat Malinau atas sumbangsih pemikiran serta kerja kerasnya dalam membangun Bumi Intimung.

 

“Saya Bupati Wempi W Mawa dan Wakil Bupati Jakaria bersama masyarakat siap melanjutkan pembangunan secara total. Melanjutkan tugas dan tanggung jawab memimpin Malinau yang mandiri, adil dan sejahtera,” kata Wempi.

 

Ia berharap ke depannya Pemerintah dan masyarakat senantiasa bersinergi, tetap optimis dan berkolaborasi, mempersempit perbedaan-perbedaan, serta meningkatkan gotong royong dalam menghadapi tantangan.

 

“Banyak hal yang ke depannya akan kami kerjakan, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat selama ini bisa segera terwujud,” tambahnya.

 

Walaupun dilanda pandemi Covid-19, ia mengungkapkan semangat membangun Malinau tidak boleh kendor dan berharap Malinau dapat menjadi Kabupaten teladan di wilayah Kaltara maupun Nasional.

 

“Kami tidak bisa berdua saja membangun Malinau. Kami membutuhkan bantuan dan dukungan dari semua lini masyarakat, sehingga Malinau yang adil dan sejahtera dapat terwujud,” pungkasnya.(ag)

Pos terkait