Refleksi 26 Tahun Malinau, Rapat Paripurna Istimewa Soroti Capaian dan Suara Masyarakat Adat

COKOLIAT.COM, MALINAU – Dalam rangka perayaan Festival Budaya Irau ke-11 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Malinau, Pemerintah Kabupaten Malinau bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Malinau menggelar Rapat Paripurna Istimewa ke-1 Masa Sidang III Tahun 2025, bertempat di Ruang Paripurna DPRD lantai II, Minggu (26/10/2025) siang.

Rapat istimewa ini dihadiri langsung oleh Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., para pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan perwakilan lembaga adat dari 11 etnis di Kabupaten Malinau.

Dalam sambutannya, Bupati Wempi menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-26 menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan daerah dan capaian nyata yang telah diraih bersama masyarakat.

“Sejumlah capaian penting dalam pembangunan daerah menunjukkan tren positif. Berdasarkan survei BPS dan Politeknik Malinau, perputaran ekonomi masyarakat selama pelaksanaan Festival Budaya Irau ke-11 tahun 2025 mencapai Rp 107,849 miliar,” ungkap Bupati Wempi.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan juga membuahkan hasil signifikan. Angka kemiskinan Kabupaten Malinau menurun dari 6,94% pada tahun 2024 menjadi 5,54% di tahun 2025, berkat berbagai program subsidi bahan pokok, bantuan transportasi, serta dukungan pendidikan berupa perlengkapan sekolah.

Selain itu, dalam sesi penyampaian aspirasi, perwakilan 11 etnis/lembaga adat turut menyerukan agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Hukum Adat segera disahkan sebagai bentuk pengakuan negara terhadap hak-hak masyarakat adat, yang selama ini menjadi penjaga warisan alam dan budaya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Deddy Sitorus yang turut hadir dalam paripurna menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan amanah masyarakat adat di tingkat nasional.

Sementara itu, pengamat politik nasional Rocky Gerung yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, menegaskan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat adat sebagai bagian dari menjaga peradaban bangsa.

“Menyepelekan masyarakat adat sama saja dengan menyepelekan peradaban. Karena itu, lindungi sejarah dan peradaban bangsa ini dengan melindungi masyarakat adat,” tegas Rocky.

Rapat Paripurna Istimewa ini menjadi penutup yang bermakna dalam rangkaian perayaan HUT ke-26 Kabupaten Malinau, sekaligus pengingat bahwa pembangunan yang sejati berakar pada kesejahteraan dan penghormatan terhadap identitas masyarakatnya.(Ag).

Pos terkait