BALIKPAPAN,Cokoliat.com – Kebun Raya Balikpapan siap menyambut liburan Lebaran dengan menyediakan wahana bermain yang menyenangkan bagi anak-anak. Dengan berbagai destinasi menarik, Kebun Raya Balikpapan menjadi pilihan tepat untuk keluarga yang ingin bermain dan belajar tentang tumbuhan.
Sudirman Djayaleksana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mengungkapkan UPTD Kebun Raya Balikpapan telah menyediakan empat taman bermain yang tersebar di beberapa titik. Sehingga anak-anak dapat bermain dengan gembira sambil belajar tentang keindahan alam.
Dengan adanya wahana bermain yang menyenangkan, Kebun Raya Balikpapan menjadi tempat yang ideal untuk liburan Lebaran.
“Di Kebun Raya Balikpapan ada berbagai kesempatan untuk belajar tentang tumbuhan dan keindahan alam, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan pengetahuan dan kesadaran tentang lingkungan,” jelasnya.
Kebun Raya Balikpapan sendiri merupakan salah satu aset penting yang terus dikembangkan sebagai tempat wisata edukatif yang menyenangkan bagi masyarakat.
Selain Taman Orchidarium yang baru diresmikan pada HUT Balikpapan Februari lalu, juga ada Taman Tematik Estetik yang bisa menarik pengunjung, berada di paling belakang dekat bundaran. Taman ini memiliki bentuk yang unik seperti bunga yang sedang mekar dan dapat menjadi spot foto baru bagi pengunjung.
Taman Estetika terdiri dari beberapa taman tematik, seperti Taman Warna, Taman Paku-Pakuan, Taman Keladi, Taman Kaktus dan Sukulen, serta Taman Bromelia.
Pengunjung yang ingin menikmati keindahan Kebun Raya Balikpapan kini dikenakan tarif retribusi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) terkait Perda Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) terhitung mulai 1 Mei 2024.
Besaran Tarif masuk yang ditetapkan di Kebun Raya Balikpapan yakni Rp15.000 per orang untuk dewasa dan Rp12.000 per orang untuk anak-anak, sedangkan harga tiket pengunjung terjadwal yang ditetapkan Rp10.000 per orang.
“Kebun Raya Balikpapan saat ini sudah dikelola dengan tarif masuk sesuai Perda No. 8 Tahun 2023 dan Surat pemberitahuan No.974/493/DLH Tanggal 19 April 2024, tentang diberlakukannya Retribusi untuk Tarif Tiket Masuk Kebun Raya Balikpapan,” ungkapnya.
Sudirman juga menambahkan, Kebun Raya Balikpapan saat ini juga berfungsi sebagai pusat penelitian dan observasi. Termasuk kerja sama dengan Universitas Airlangga yang telah berjalan selama hampir tujuh tahun.
Penelitian di lokasi ini fokus pada tanaman obat, beberapa di antaranya telah diterbitkan dalam jurnal internasional.
“Kami memiliki kawasan khusus tanaman obat yang terus dikembangkan. Fungsi Kebun Raya Balikpapan adalah menjaga hutan sebagai penghasil oksigen, mendukung penelitian, dan menyediakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan herbal,” tambah Sudirman.
DLH Balikpapan juga berupaya melestarikan tanaman khas Kalimantan serta memperkaya koleksi dengan tanaman dari luar Kalimantan. “Kalau ada tanaman khas Kalimantan yang belum kami miliki. Kami akan bekerja sama untuk menanamnya di sini,” jelasnya. (*)




































