MALINAU, Cokoliat.com – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Malinau terus menunjukkan tren peningkatan positif dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malinau, IPM tahun 2024 tercatat mencapai angka 74,72, naik dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 74,00.
Kepala BPS Kabupaten Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, menjelaskan bahwa IPM merupakan indikator penting untuk menilai kualitas sumber daya manusia di suatu daerah, terutama dalam konteks daya saing antardaerah.
“Indeks ini dihitung berdasarkan tiga komponen utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak,” jelas Yanuar saat ditemui di kantornya.
Ia merinci, komponen pendidikan diukur melalui indikator harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Untuk kesehatan, indikator yang digunakan adalah usia harapan hidup, sementara standar hidup layak dihitung dari pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan.
“Dari ketiga komponen ini akan terbentuk indeks pendidikan, indeks kesehatan, dan indeks pengeluaran, yang kemudian diformulasikan menjadi nilai IPM secara keseluruhan,” tambahnya.
BPS mencatat, selama lima tahun terakhir, IPM Kabupaten Malinau meningkat secara bertahap. Pada 2020, IPM berada di angka 72,73; naik menjadi 73,12 pada 2021; kemudian 73,55 di tahun 2022; 74,00 pada 2023; hingga mencapai 74,72 di tahun 2024.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa kualitas hidup masyarakat Malinau terus membaik, berkat kontribusi dari seluruh sektor, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga kesejahteraan ekonomi,” ujar Yanuar.
Salah satu indikator yang turut mendorong pertumbuhan IPM adalah usia harapan hidup. Pada 2024, angka ini tercatat sebesar 73,27 tahun.
“Artinya, bayi yang lahir di Malinau tahun ini memiliki peluang hidup hingga usia 73 hingga 74 tahun. Ini mencerminkan kondisi kesehatan masyarakat yang semakin baik,” tutupnya.
