KANALPUBLIK.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), meminta seluruh jajaran pemerintah mempercepat distribusi bantuan serta penanganan akses infrastruktur menuju wilayah yang masih terisolasi akibat banjir dan longsor di sejumlah daerah di Aceh.
“Pengiriman bantuan sembako harus ditingkatkan. Yang kita butuhkan sekarang adalah perbaikan jalan dan jembatan. Alat berat diperlukan untuk membersihkan jalur yang tertutup,” kata Mualem dalam rapat koordinasi lintas sektor di Posko Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Jumat (6/12).
Menurutnya, akses menuju beberapa kecamatan di tiga kabupaten hanya bisa ditembus melalui jalur udara. Karena itu, koordinasi lintas instansi sangat penting agar bantuan tidak menumpuk di satu titik dan dapat disalurkan tepat sasaran.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Kecamatan Semadam, Aceh Tamiang. Mualem menegaskan bahwa meski TNI dan berbagai unsur lain sudah bergerak, percepatan penanganan tetap diperlukan.
Ia menyebut kondisi kritis terjadi pada beberapa jalur utama, terutama ruas Aceh Tamiang–Langsa yang masih tertutup material banjir dan longsor. Bahkan, ia menemukan kendaraan yang terjebak banjir dengan korban jiwa di dalamnya.
Mualem juga menyoroti kebutuhan mendesak berupa tenda pengungsian dan air bersih di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara yang masih sulit dijangkau. Ia meminta BNPB memprioritaskan pengiriman kebutuhan tersebut secepat mungkin.
“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah tenda dan air bersih. Termasuk warga di Beutong Ateuh (Nagan Raya), mereka juga meminta tenda,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti kondisi di Aceh Tengah, khususnya akses jalan KKA yang menjadi jalur vital ke wilayah terdampak. Ia meminta Dinas PUPR dan instansi terkait melakukan pemulihan secara cepat.
“Kalau di Juli (Bireuen) agak kewalahan karena ada jembatan putus. Lebih cepat dikerjakan di KKA. PUPR harus segera membenahi,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Mualem juga mengungkapkan adanya bantuan dari tim asal China beranggotakan lima orang yang akan membantu pencarian korban tertimbun lumpur menggunakan perangkat khusus.
“Mereka memiliki alat untuk mendeteksi mayat di dalam lumpur. Ini sangat membantu,” kata Muzakir Manaf. (*)






























