MALINAU, Cokoliat.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Malinau selama dua hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah desa. Berdasarkan pantauan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana), luapan air terjadi akibat peningkatan debit dari beberapa sungai besar di Malinau.
Ketua Tagana Malinau, Ferdian, menyampaikan bahwa banjir kali ini cukup meluas, khususnya di wilayah Malinau Utara dan Malinau Kota. Ia menyebutkan, air sungai yang meluap berasal dari Sungai Simandurut, Sungai Sesayap, dan Sungai Warut.
“Untuk wilayah yang terdampak di Malinau Utara di antaranya Desa Salab, Putat, Belayan, Luso, Respen Tubuh, dan Malinau Seberang. Di Kaliamok juga terpantau air sudah masuk ke pekarangan rumah warga,” kata Ferdian saat diwawancarai di lokasi pemantauan, Jumat (11/4/2025).
Sementara di wilayah Malinau Kota, banjir merendam Desa Pelita, Pulau Betung, dan Tanjung Melimbing. Beberapa Rukun Tetangga (RT) seperti RT 1, RT 5, RT 10, RT 15, dan RT 20 juga dilaporkan mengalami genangan air yang masuk ke dalam rumah warga.
“Yang paling parah saat ini di Respen Tugu dan beberapa titik di Malinau Kota. Ketinggian air bisa mencapai selutut orang dewasa, sekitar 50 sentimeter,” tambah Ferdian.
Ia menjelaskan bahwa banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus selama dua hari terakhir, ditambah dengan banjir kiriman dari wilayah hulu. Menurut prediksi, air diperkirakan akan mulai surut dalam satu hingga dua hari ke depan, tergantung kondisi cuaca.
Tagana bersama tim gabungan dari BPBD dan instansi terkait terus melakukan monitoring di titik-titik rawan dan bersiaga untuk penyaluran logistik serta evakuasi jika diperlukan.
Ferdian juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap bahaya lain yang bisa timbul akibat banjir, seperti binatang liar yang keluar dari habitatnya dan instalasi listrik yang masih menyala.
“Kami minta warga tetap waspada, terutama terhadap ular atau binatang lainnya, dan segera matikan listrik jika rumah sudah tergenang untuk mencegah korsleting atau sengatan listrik,” tegasnya. (*)
