Antrean Mengular di SPBU Malinau Seberang, Sopir Truk Keluhkan Pembatasan Solar

Antrean panjang truk di jalan poros menuju SPBU Malinau Seberang, Kabupaten Malinau, Sabtu (25/04/2026). (foto : kanalpublik)

KANALPUBLIK.COM, MALINAU – Antrean panjang kendaraan  mengular hingga sekitar 600 meter di jalan poros menuju SPBU Malinau Seberang, Kabupaten Malinau, Sabtu (26/4/2026).

Antrean didominasi oleh truk angkutan yang bergantung pada ketersediaan BBM jenis bio solar. Kondisi ini memicu keluhan para sopir karena adanya pembatasan pengisian yang dinilai memberatkan operasional mereka.

Salah satu sopir truk, sebut saja Edi, mengungkapkan bahwa sebelumnya pengisian BBM masih lebih longgar, bahkan bisa dilakukan dua kali dalam sehari.

“Kalau sebelumnya kami diberitahu petugas SPBU buka sampai sore. Satu mobil bisa isi pagi dan sore. Tapi hari ini berbeda, dibatasi hanya 85 kendaraan dengan pembelian maksimal Rp200 ribu per mobil,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Edi, pembatasan tersebut tetap diberlakukan meskipun antrean kendaraan masih panjang.

“Walaupun yang antre masih banyak, tetap dibatasi  85 mobil per hari yang dilayani. Sisanya harus lanjut lagi besok,” tambahnya.

Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan para sopir akibat keterbatasan BBM. Menurutnya, kondisi ini menyulitkan mereka dalam memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari.

“Kalau tidak dapat BBM dari SPBU, kami tidak bisa kerja. Ongkos tidak naik, sementara harga sparepart terus naik. Ini sangat menyulitkan kami,” keluhnya.

Para sopir berharap Pemerintah Kabupaten Malinau segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan solar, terutama dengan memastikan distribusi BBM berjalan lancar di SPBU.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah supaya BBM jenis bio solar bisa tersedia dengan lancar,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda Malinau, Erly Sumiati, SE, M.Si, saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. (tk01)

Pos terkait