COKOLIAT.COM, BULUNGAN – Kawasan industri strategis nasional PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) kembali menunjukkan perkembangan signifikan.
Saat meninjau langsung lokasi industri di Desa Mangkupadi, Tanjung Palas Timur, Rabu (12/11/2025), Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum mendapati laporan bahwa 70 persen dari total 11.900 pekerja KIPI adalah tenaga kerja lokal Kaltara.
Kunjungan kerja ini turut dihadiri Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si dan Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K.
Gubernur Zainal menyebut capaian tersebut sebagai bukti nyata bahwa keberadaan kawasan industri tidak hanya menjadi proyek strategis nasional, tetapi benar-benar memberi ruang kerja besar bagi masyarakat daerah.
“Ini perkembangan yang sangat positif. Dari hampir 12 ribu pekerja, 70 persen adalah orang lokal. Artinya KIPI benar-benar membuka peluang besar bagi putra-putri Kaltara,” ujar Gubernur.
Ia mengapresiasi PT KIPI dan PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) yang terus mengedepankan pekerja lokal dalam operasionalnya, dan meminta agar kebijakan itu dipertahankan bahkan diperluas di fase berikutnya.
Meski tingginya penyerapan pekerja lokal memberi harapan baru, Gubernur menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi kunci. Pemerintah Provinsi Kaltara, kata Zainal, sedang memperkuat program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memastikan angkatan kerja lokal memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Kita tidak asal masukkan tenaga kerja. Mereka harus disiapkan melalui pelatihan. BLK kita siapkan untuk itu,” tegasnya.
Selain pelatihan teknis, pemerintah juga menargetkan adanya sertifikasi bagi tenaga kerja melalui instansi terkait, sehingga mereka memiliki bukti kompetensi yang diakui industri.
“Ini penting supaya mereka tidak hanya bekerja, tetapi berkarier dan bersaing secara profesional,” lanjutnya.
Untuk memperluas peluang kerja, Gubernur Zainal juga memastikan Pemprov Kaltara akan kembali menggelar Job Fair tahun depan, yang secara khusus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri KIPI.
“InsyaAllah tahun depan akan ada Job Fair lagi. Kita siapkan tenaga kerja lokal agar mereka yang mengisi ruang-ruang kerja baru di kawasan ini,” katanya.
Gubernur berharap kontribusi tenaga kerja lokal di kawasan KIPI tidak hanya menurunkan angka pengangguran, tetapi juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat posisi Kaltara sebagai kawasan ekonomi strategis nasional.
“KIPI ini bukan lagi proyek biasa. Ia akan menjadi motor ekonomi baru bagi Kaltara dan Indonesia. Karena itu, anak-anak daerah harus ikut di dalamnya,” tegasnya.(Dkisp).




































